Papandayan Cargo – Barang dari supplier di Surabaya sudah siap dikirim ke cabang perusahaan di Makassar. Namun, sebelum pengiriman dilakukan, barang tersebut masih dijadwalkan masuk ke gudang perusahaan untuk kemudian diberangkatkan kembali.
Alur ini tidak selalu diperlukan, terutama jika barang sudah sesuai dengan pesanan dan tidak membutuhkan pemeriksaan atau penanganan tambahan di gudang pusat.
Dalam kondisi tertentu, pengiriman langsung dari supplier dapat menjadi alternatif yang lebih sederhana karena mengurangi perpindahan barang. Meski begitu, keputusan tersebut tetap perlu mempertimbangkan fungsi gudang dan kesiapan barang sebelum diserahkan kepada ekspedisi.
Daftar Isi
ToggleKetika Barang Harus Singgah di Gudang Sebelum Dikirim
Bagi perusahaan yang memiliki gudang pusat, penerimaan barang dari supplier biasanya menjadi bagian dari pengendalian persediaan. Barang dapat diperiksa, dicatat, atau disiapkan kembali sebelum dikirim ke cabang maupun pelanggan.
Proses tersebut diperlukan apabila perusahaan harus memastikan kondisi fisik barang, memberikan identitas internal, atau menggabungkannya dengan stok lain.
Namun, situasinya berbeda ketika supplier sudah menyiapkan barang sesuai pesanan dan tujuan pengiriman telah ditentukan sejak awal.
Jika barang tetap harus dibawa ke gudang pusat tanpa ada pekerjaan tambahan yang diperlukan, perusahaan melakukan lebih banyak aktivitas pemindahan. Barang perlu diterima, ditempatkan sementara, lalu dimuat kembali untuk pengiriman berikutnya.
Aktivitas tersebut membutuhkan waktu dan penanganan, sehingga perusahaan perlu menilai apakah persinggahan di gudang memberikan manfaat yang sebanding dengan proses tambahannya.
Pengiriman Langsung Tidak Selalu Berarti Lebih Efisien
Mengirim barang langsung dari supplier dapat mengurangi aktivitas pemindahan dan penanganan di gudang perusahaan. Namun, jalur yang lebih singkat belum tentu menghasilkan biaya distribusi yang lebih rendah, terutama jika barang perlu digabungkan dengan kiriman lain.
Perbedaan ini turut dikaji dalam penelitian Moving Products Between Location Pairs: Cross-Docking Versus Direct-Shipping oleh Amalia I. Nikolopoulou dan rekan-rekannya (2017), yang diterbitkan dalam European Journal of Operational Research.
Melalui pemodelan dan eksperimen komputasi, penelitian tersebut membandingkan biaya transportasi antara pengiriman langsung dan pengiriman melalui fasilitas penggabungan barang. Hasilnya menunjukkan bahwa pilihan yang lebih efisien dipengaruhi oleh lokasi pemasok, tujuan pengiriman, serta posisi fasilitas perantara.
Artinya, perusahaan tidak cukup hanya menghitung berapa kali barang berpindah. Jika barang perlu diperiksa atau digabungkan dengan stok lain, gudang tetap memiliki fungsi dalam proses distribusi. Sebaliknya, apabila barang sudah memenuhi persyaratan pengiriman sejak berada di supplier, pengiriman langsung dapat menjadi alternatif yang layak dibandingkan.
Kesiapan Supplier Menjadi Penentu Pengiriman Langsung
Sebelum memilih pengiriman langsung, perusahaan perlu memastikan bahwa supplier mampu menyiapkan barang sesuai persyaratan penerima.
Jumlah dan jenis barang harus sesuai pesanan, kemasan memadai untuk pengiriman, serta dokumen dan identitas penerima sudah jelas. Perusahaan juga perlu menentukan siapa yang bertanggung jawab memeriksa kesiapan barang sebelum diserahkan kepada pihak ekspedisi.
Hal ini penting karena melewati gudang perusahaan bukan berarti proses pengendalian barang dapat dihilangkan. Pemeriksaan tetap diperlukan, hanya saja pelaksanaannya dilakukan di titik yang berbeda.
Apabila seluruh informasi sudah sesuai, lokasi supplier dapat dipertimbangkan sebagai titik penjemputan. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu memindahkan barang terlebih dahulu ke gudang pusat hanya untuk menunggu pengiriman berikutnya.
Namun, jika masih ada kebutuhan pemeriksaan internal yang tidak dapat dilakukan supplier, pengiriman melalui gudang perusahaan tetap menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Menyesuaikan Titik Penjemputan dengan Layanan Ekspedisi
Setelah alur distribusi ditentukan, perusahaan perlu memastikan layanan ekspedisi dapat menyesuaikan titik penjemputan dengan lokasi barang.
Untuk kebutuhan distribusi dari Jawa Timur menuju Sulawesi Selatan, Papandayan Cargo melayani ekspedisi Surabaya Makassar dengan pilihan layanan yang disesuaikan berdasarkan lokasi penjemputan, jenis barang, berat, dimensi, serta kebutuhan pengantaran di lokasi tujuan.
Layanan pada rute tersebut mencakup penjemputan barang di Surabaya dan area sekitarnya sesuai ketentuan operasional. Karena itu, apabila barang masih berada di lokasi supplier, perusahaan dapat mengonfirmasi cakupan penjemputan dan kesiapan barang sebelum menyepakati jadwal.
Penentuan lokasi pengambilan juga perlu diketahui oleh seluruh pihak yang terlibat. Apabila permintaan pengiriman berasal dari beberapa divisi, koordinasi pengiriman korporasi membantu menyelaraskan informasi mengenai lokasi barang, pihak yang menyerahkan, serta jadwal yang telah dikonfirmasi.
Dengan alur yang jelas, perusahaan dapat mempertimbangkan pilihan pengiriman berdasarkan kebutuhan sebenarnya, tanpa harus selalu mengikuti kebiasaan membawa seluruh barang ke gudang pusat.
Gudang Tetap Berperan, Meski Barang Tidak Selalu Harus Singgah
Keputusan mengirim langsung dari supplier bukan berarti menghilangkan peran gudang dalam distribusi perusahaan.
Gudang tetap berfungsi dalam pengendalian persediaan, pemeriksaan barang, dan pemenuhan kebutuhan cabang. Namun, tidak semua pengiriman harus melalui lokasi fisik gudang apabila fungsi yang diperlukan sudah dapat dipenuhi sebelum barang diberangkatkan.
Karena itu, perusahaan sebaiknya menentukan alur distribusi berdasarkan kesiapan supplier, kebutuhan pemeriksaan, dan pilihan layanan ekspedisi yang tersedia. Dengan begitu, setiap perpindahan barang memiliki tujuan yang jelas dan proses pengiriman dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.





