Papandayan Cargo – LIFO dan FEFO sama-sama digunakan untuk menentukan prioritas barang yang keluar dari persediaan, tetapi dasar penentuannya berbeda. LIFO memprioritaskan barang yang terakhir masuk, sedangkan FEFO memprioritaskan barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat.
Perbedaan tersebut membuat keduanya tidak dapat dipertukarkan begitu saja. Urutan kedatangan barang menjadi faktor utama dalam LIFO, sementara FEFO membutuhkan informasi masa simpan setiap barang atau batch.
Dalam konteks artikel ini, LIFO dibahas sebagai logika pengeluaran stok secara fisik di gudang, bukan sebagai metode penilaian persediaan dalam pencatatan akuntansi.
Daftar Isi
ToggleApa Perbedaan LIFO dan FEFO?
Perbedaan utama LIFO dan FEFO terletak pada pertanyaan yang digunakan untuk menentukan barang berikutnya yang harus dikeluarkan.
Pada LIFO, pertanyaannya adalah “barang mana yang terakhir masuk?” Sementara pada FEFO, pertanyaannya menjadi “barang mana yang masa kedaluwarsanya paling dekat?”
| Aspek | LIFO | FEFO |
| Kepanjangan | Last In First Out | First Expired First Out |
| Dasar prioritas | Urutan barang masuk | Tanggal kedaluwarsa |
| Barang yang diprioritaskan | Barang yang masuk paling akhir | Barang dengan expiry paling dekat |
| Data utama | Waktu atau urutan penerimaan | Batch dan tanggal kedaluwarsa |
| Faktor masa simpan | Bukan dasar utama | Menjadi dasar utama |
| Fokus kontrol | Urutan stok | Risiko stok melewati masa simpan |
Karena dasar pengambilan keputusannya berbeda, dua barang yang sama-sama tersimpan di gudang dapat memiliki urutan keluar yang berbeda ketika menggunakan LIFO dan FEFO.
LIFO Memprioritaskan Barang yang Terakhir Masuk
LIFO merupakan singkatan dari Last In First Out. Dalam metode ini, stok yang masuk paling akhir diprioritaskan untuk keluar lebih dahulu.
Artinya, posisi barang dalam urutan penerimaan menjadi informasi penting. Barang yang lebih lama masuk dapat tetap berada di penyimpanan ketika terdapat stok yang datang setelahnya.
Logika tersebut lebih memungkinkan diterapkan ketika tanggal kedaluwarsa bukan faktor utama dalam menentukan prioritas pengeluaran stok. Namun penerapannya tetap perlu mempertimbangkan karakter barang dan aturan pengelolaan persediaan yang digunakan perusahaan.
Karena urutan penerimaan menjadi dasar utama, penerapan metode LIFO dalam logistik perlu memastikan stok yang baru masuk tetap dapat dibedakan dari barang yang sudah lebih lama tersimpan.
FEFO Memprioritaskan Masa Kedaluwarsa
FEFO merupakan singkatan dari First Expired First Out. Metode ini memprioritaskan barang yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat, terlepas dari barang tersebut masuk lebih awal atau lebih akhir.
Karena itu, urutan kedatangan tidak selalu menentukan urutan pengeluaran.
Dua batch produk dapat masuk pada waktu yang berbeda, tetapi batch yang datang belakangan bisa saja harus dikeluarkan lebih dahulu apabila tanggal kedaluwarsanya lebih dekat.
Pada persediaan dengan masa simpan terbatas, metode FEFO membantu menentukan prioritas pengeluaran berdasarkan tanggal kedaluwarsa setiap batch, bukan sekadar urutan barang masuk.
Contoh Perbedaan Urutan Barang pada LIFO dan FEFO
Perbedaan LIFO dan FEFO akan lebih mudah terlihat ketika urutan kedatangan barang tidak sejalan dengan urutan masa kedaluwarsanya.
Misalnya terdapat tiga batch barang di gudang:
| Batch | Urutan Masuk | Kondisi Masa Kedaluwarsa |
| Batch A | Masuk pertama | Paling lama |
| Batch B | Masuk terakhir | Menengah |
| Batch C | Masuk setelah Batch A | Paling dekat |
Jika menggunakan LIFO, urutan prioritas dimulai dari:
Batch B → Batch C → Batch A
Batch B keluar lebih dahulu karena merupakan barang yang terakhir masuk.
Namun jika menggunakan FEFO, urutannya menjadi:
Batch C → Batch B → Batch A
Batch C diprioritaskan meskipun bukan stok yang masuk terakhir karena masa kedaluwarsanya paling dekat.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa perbedaan LIFO dan FEFO bukan sekadar istilah. Informasi yang dijadikan dasar pengambilan keputusan memang berbeda sejak awal.
Data yang Harus Dikontrol Juga Berbeda
Perbedaan metode akan memengaruhi jenis informasi yang perlu terlihat dalam pengelolaan stok.
Data yang penting pada LIFO
LIFO membutuhkan keterlacakan mengenai urutan penerimaan barang. Informasi yang perlu dikenali antara lain:
- waktu atau urutan barang masuk;
- posisi penyimpanan;
- identitas barang atau batch;
- jumlah stok pada masing-masing penerimaan.
Tujuannya agar stok terbaru dapat dibedakan dari stok yang telah berada lebih lama di gudang.
Data yang penting pada FEFO
FEFO membutuhkan informasi tambahan mengenai masa simpan barang. Beberapa data yang perlu dikontrol antara lain:
- identitas produk;
- nomor batch apabila digunakan;
- tanggal kedaluwarsa;
- jumlah stok;
- lokasi penyimpanan.
Tanpa informasi expiry yang akurat, prioritas pengeluaran berdasarkan FEFO akan sulit dilakukan dengan konsisten.
Dengan demikian, FEFO bukan sekadar menempatkan barang tertentu di bagian depan rak. Sistem pencatatan dan kondisi fisik barang harus tetap dapat dicocokkan.
Dampak LIFO dan FEFO terhadap Picking di Gudang
Metode pengeluaran stok juga berpengaruh pada proses picking atau pengambilan barang.
Dalam LIFO, penataan fisik dapat dirancang agar stok terbaru relatif mudah diakses. Namun tata letak tetap perlu mencegah barang lama menjadi sulit teridentifikasi atau terlupakan.
Pada FEFO, akses fisik saja tidak cukup. Petugas perlu mengetahui batch mana yang memiliki masa kedaluwarsa paling dekat sebelum melakukan picking.
Karena itu, penataan gudang sebaiknya mendukung logika stok yang digunakan. Label, pencatatan, lokasi penyimpanan, serta identitas batch perlu saling sesuai agar keputusan pengambilan barang tidak hanya bergantung pada posisi fisik barang.
Mengapa LIFO Tidak Menggantikan FEFO untuk Barang Bertanggal Kedaluwarsa?
LIFO tidak menjadikan tanggal kedaluwarsa sebagai dasar utama pengeluaran stok. Karena itu, menggunakan prinsip LIFO pada barang dengan masa simpan terbatas dapat membuat stok yang expiry-nya lebih dekat tetap tertahan hanya karena barang tersebut bukan penerimaan terbaru.
FEFO mengambil pendekatan yang berbeda. Selama informasi tanggal kedaluwarsa tercatat dengan benar, stok yang memiliki batas waktu lebih dekat dapat diprioritaskan terlebih dahulu.
Artinya, FEFO lebih sesuai ketika expiry menjadi faktor penting dalam pengendalian persediaan, sedangkan LIFO bekerja berdasarkan urutan masuk tanpa menjadikan masa kedaluwarsa sebagai acuan utamanya.
Hal ini juga menjelaskan mengapa pemilihan metode sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kemudahan mengambil barang dari rak.
LIFO dan FEFO pada Gudang Persediaan Berbeda dengan Gudang Ekspedisi
LIFO dan FEFO terutama digunakan ketika gudang perlu menentukan persediaan mana yang diprioritaskan keluar dari stok. Pada gudang persediaan, urutan tersebut dapat ditentukan berdasarkan waktu barang masuk melalui LIFO atau masa kedaluwarsa melalui FEFO, sesuai karakter barang yang dikelola.
Fungsi tersebut berbeda dengan gudang ekspedisi. Barang yang berada di gudang ekspedisi pada dasarnya sedang menjalani tahapan menuju proses pengiriman berikutnya, sehingga kontrolnya lebih berkaitan dengan identitas kiriman, jumlah koli, rute tujuan, serta kesiapan barang sebelum diberangkatkan.
Dalam operasional Papandayan Cargo, perbedaan fungsi tersebut terlihat dari kontrol fisik terhadap kiriman. Setiap koli menggunakan label identifikasi dan ditempatkan pada zona gudang berdasarkan rute tujuan, kemudian jumlah koli, zona rute, dan manifest dicocokkan sebelum proses loading. Artinya, fokusnya bukan menentukan stok mana yang perlu dikeluarkan berdasarkan prinsip LIFO atau FEFO, melainkan menjaga setiap kiriman tetap teridentifikasi dan berada pada alur keberangkatan yang sesuai.
Kontrol tersebut menjadi bagian dari alur barang di gudang ekspedisi, ketika setiap kiriman perlu tetap teridentifikasi dan berada pada kelompok rute yang sesuai sebelum memasuki tahap konsolidasi dan loading.
Setelah proses di gudang selesai, barang masuk ke rangkaian proses pengiriman cargo yang berlanjut dari keberangkatan, perjalanan antarkota atau antarpulau, hingga penerimaan di tujuan.
Apakah Satu Gudang Hanya Bisa Menggunakan LIFO atau FEFO?
Tidak selalu.
Metode pengeluaran stok pada praktiknya dapat ditentukan berdasarkan karakter masing-masing kelompok barang dan kebijakan perusahaan. Barang dengan tanggal kedaluwarsa membutuhkan kontrol yang berbeda dari barang yang tidak menjadikan masa simpan sebagai faktor utama.
Karena itu, pembahasan LIFO dan FEFO sebaiknya tidak dimaknai sebagai pilihan bahwa seluruh isi gudang harus mengikuti satu metode yang sama.
Hal yang lebih penting adalah memastikan dasar prioritas pengeluaran barang telah ditentukan dengan jelas dan informasi yang diperlukan untuk menjalankannya tersedia.
Dalam pengelolaan persediaan, LIFO dan FEFO bukan satu-satunya pendekatan yang digunakan. FIFO, FEFO, LIFO, dan Average memiliki dasar pengelolaan yang berbeda, baik dari sisi urutan barang maupun pencatatan persediaan.
Ringkasan Perbedaan LIFO dan FEFO
LIFO dan FEFO sama-sama mengatur urutan pengeluaran barang, tetapi menggunakan acuan yang berbeda.
LIFO melihat urutan masuk. Barang yang terakhir diterima diprioritaskan untuk keluar lebih dahulu.
FEFO melihat masa kedaluwarsa. Barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat diprioritaskan meskipun barang tersebut bukan stok yang masuk pertama atau terakhir.
Perbedaan dasar tersebut kemudian memengaruhi data yang perlu dicatat, cara barang ditata, serta proses picking di gudang.
Karena itu, metode pengelolaan stok sebaiknya disesuaikan dengan karakter barang dan faktor yang memang perlu dikendalikan, bukan hanya berdasarkan metode mana yang paling mudah diterapkan.
FAQ tentang LIFO dan FEFO
LIFO menentukan prioritas berdasarkan urutan barang masuk, sedangkan FEFO menentukan prioritas berdasarkan tanggal kedaluwarsa. Karena acuannya berbeda, urutan barang yang keluar juga dapat berbeda.
Tidak. Dalam FEFO, waktu masuk bukan acuan utamanya. Barang yang datang lebih baru dapat keluar lebih dahulu apabila tanggal kedaluwarsanya lebih dekat.
LIFO tidak menggunakan tanggal kedaluwarsa sebagai dasar prioritas. Jika expiry merupakan faktor penting bagi barang, pendekatan berbasis masa kedaluwarsa seperti FEFO lebih sesuai untuk mengendalikan urutan pengeluarannya.
Tanggal kedaluwarsa menjadi data utama, biasanya bersama identitas produk, batch, jumlah stok, dan lokasi penyimpanan. Data tersebut perlu sesuai dengan barang fisik agar prioritas pengeluaran dapat ditentukan dengan benar.
Tidak secara langsung. LIFO dan FEFO mengatur prioritas pengeluaran persediaan. Setelah barang masuk proses ekspedisi, kontrol bergeser ke identifikasi kiriman, jumlah koli, rute, handling, konsolidasi, manifest, loading, dan tahapan distribusi berikutnya.





