Papandayan Cargo – Kapal kargo terbesar di Indonesia dapat memiliki kapasitas yang sangat berbeda tergantung jenis kapal dan rute pelayarannya. Untuk kapal kontainer, salah satu ukuran yang umum digunakan adalah TEU atau Twenty foot Equivalent Unit.
Indonesia juga tidak memiliki satu daftar resmi yang menetapkan tujuh kapal kargo terbesar secara nasional. Karena itu, daftar berikut berisi tujuh contoh kapal kontainer dengan kapasitas yang terdokumentasi dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas pelayaran Indonesia, baik melalui kunjungan ke pelabuhan Indonesia maupun pengoperasian oleh perusahaan pelayaran nasional.
Kapal kontainer merupakan salah satu jenis kapal yang digunakan untuk mengangkut barang melalui jalur laut. Jenis kapal kargo dalam logistik mencakup bulk carrier, tanker, general cargo ship, dan tipe lainnya yang memiliki fungsi berbeda sesuai karakter muatan.
Daftar Isi
ToggleBagaimana Kapasitas Kapal Kargo Diukur?
Kapasitas kapal kargo tidak selalu dinyatakan dengan satu ukuran yang sama. Kapal kontainer umumnya menggunakan TEU, sedangkan jenis kapal lain dapat menggunakan ukuran seperti deadweight tonnage atau gross tonnage.
TEU merupakan satuan yang setara dengan satu kontainer berukuran 20 kaki. Jadi, kapal berkapasitas 1.000 TEU secara teoritis memiliki ruang setara dengan 1.000 kontainer 20 kaki.
TEU menjadi ukuran yang umum digunakan untuk menggambarkan kapasitas kapal kontainer. TEU dalam kargo laut menunjukkan hubungan satuan ini dengan jumlah dan kapasitas peti kemas yang dapat diangkut.
Dengan dasar yang sama, kapasitas tujuh kapal berikut lebih mudah dibandingkan.
1. CMA CGM Alexander Von Humboldt
CMA CGM Alexander Von Humboldt menjadi contoh paling menonjol dalam pembahasan kapal kargo berkapasitas besar yang pernah singgah di Indonesia.
Pada 31 Oktober 2022, kapal kontainer berkapasitas 16.000 TEU ini melakukan kunjungan perdana ke Jakarta International Container Terminal di Tanjung Priok. Dalam siaran pers bersama CMA CGM dan Pelindo, kapal tersebut dicatat sebagai kapal kontainer terbesar yang saat itu pernah singgah di JICT.
CMA CGM Alexander Von Humboldt digunakan dalam layanan Columbus JAX yang menghubungkan Jakarta dengan Amerika Serikat. Kehadirannya menunjukkan bahwa terminal peti kemas Indonesia juga dapat menjadi bagian dari jaringan pelayaran internasional dengan kapal berkapasitas belasan ribu TEU.
2. MV Meratus Kaimana
MV Meratus Kaimana merupakan kapal kontainer yang ditambahkan ke armada Meratus pada 2024. Kapal ini memiliki kapasitas sekitar 693 TEU dan menjadi bagian dari penguatan kapasitas pelayaran perusahaan tersebut.
Kapasitasnya memang jauh di bawah CMA CGM Alexander Von Humboldt. Namun perbandingan tersebut sekaligus menunjukkan perbedaan skala antara kapal yang digunakan pada jaringan perdagangan internasional utama dengan kapal yang disesuaikan untuk jaringan regional dan rute yang lebih beragam.
3. MV Marina Sofia
MV Marina Sofia memiliki kapasitas lebih dari 600 TEU. Meratus menggunakan kapal ini untuk mendukung layanan pelayaran langsung antara Indonesia dan China.
Kapal dengan kapasitas seperti ini berada pada skala yang berbeda dari kapal ultra besar belasan ribu TEU, tetapi tetap mampu membawa ratusan peti kemas dalam satu perjalanan.
4. MV Meratus Cilacap
MV Meratus Cilacap merupakan kapal kontainer dengan kapasitas hingga 396 TEU. Meratus memperkenalkan kapal ini pada 2024 sebagai bagian dari penambahan armadanya.
Kapasitas tersebut memperlihatkan bahwa kapal yang digunakan dalam jaringan pelayaran Indonesia tidak harus memiliki ukuran belasan ribu TEU. Pemilihan kapal berkaitan dengan karakter rute, pelabuhan yang dilayani, dan kebutuhan distribusi pada jalur tersebut.
5. Meratus Samarinda
Meratus Samarinda memiliki kapasitas sekitar 350 TEU dan pernah digunakan untuk mendukung layanan pelayaran internasional Meratus. Dalam dokumentasi perusahaan, kapal ini digunakan pada pengembangan rute yang mendukung aktivitas ekspor dari Indonesia.
Contoh ini kembali memperlihatkan bahwa kapasitas kapal perlu dibaca bersama fungsi dan jaringan pelayarannya, bukan hanya berdasarkan angka TEU.
6. KM Logistik Nusantara 6
KM Logistik Nusantara 6 merupakan salah satu kapal barang yang dioperasikan PELNI untuk mendukung program Tol Laut.
PELNI mencatat kapasitas KM Logistik Nusantara 6 sebesar 297 TEU, termasuk dukungan untuk reefer container. Kapal ini digunakan pada jalur yang menghubungkan Tanjung Perak, Makassar, Tahuna, dan kembali ke Tanjung Perak.
Perannya berbeda dari kapal kontainer internasional berkapasitas besar karena fokus utamanya berada pada konektivitas distribusi domestik.
7. KM Logistik Nusantara 5
KM Logistik Nusantara 5 juga menjadi bagian dari armada kapal barang PELNI. Informasi layanan PELNI mencatat kapasitas kapal ini sekitar 290 TEU, termasuk kapasitas untuk reefer container.
Kapal seperti KM Logistik Nusantara menunjukkan bagaimana kapal peti kemas dengan kapasitas ratusan TEU dapat digunakan untuk mendukung distribusi barang antarpulau dan menjangkau jaringan pelabuhan di Indonesia.
Mengapa Kapasitas Kapalnya Sangat Berbeda?
Selisih kapasitas antara CMA CGM Alexander Von Humboldt dan kapal domestik dapat mencapai puluhan kali lipat. Hal tersebut tidak berarti kapal yang lebih kecil kurang penting dalam jaringan logistik.
Kapal berkapasitas sangat besar biasanya membutuhkan pelabuhan dan fasilitas bongkar muat yang mampu menangani ukuran serta volume peti kemasnya. Kapal yang lebih kecil dapat digunakan pada jaringan pelayaran yang memiliki kebutuhan kapasitas, karakter pelabuhan, dan pola distribusi yang berbeda.
Karena itu, istilah kapal kargo terbesar perlu selalu disertai konteks. Kapal terbesar berdasarkan TEU belum tentu sama dengan kapal terbesar berdasarkan tonase, panjang fisik, atau jenis muatan.
Apakah Barang Harus Memenuhi Satu Kontainer?
Kapasitas kapal yang mencapai ratusan atau ribuan TEU bukan berarti satu pengirim harus menggunakan satu kontainer secara penuh.
Dalam pengiriman laut, LCL digunakan ketika beberapa kiriman berbagi ruang dalam satu kontainer, sedangkan FCL menggunakan satu kontainer penuh untuk satu kebutuhan pengiriman. Perbedaan LCL dan FCL dalam pengiriman laut terutama terletak pada penggunaan ruang kontainer, volume barang, dan kebutuhan pengirimannya.
Dengan demikian, ukuran kapal berada pada level jaringan pelayaran, sedangkan kebutuhan pengirim ditentukan berdasarkan karakter dan volume barang yang akan dikirim.
Kapal Kargo dalam Pengiriman Barang Antarpulau
Bagi pengirim barang, ukuran kapal bukan satu satunya faktor yang menentukan skema pengiriman laut.
Besarnya kapasitas kapal tidak langsung menentukan skema pengiriman yang digunakan oleh pengirim. Pada proses Papandayan Cargo, penentuan layanan tetap diawali dengan pemeriksaan asal dan tujuan, jenis barang, jumlah koli, berat dan dimensi, kemasan, serta kebutuhan pengiriman. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan moda, rute, dan skema layanan dengan karakter kiriman.
Kapal menjadi salah satu bagian dari rangkaian distribusi barang melalui jalur laut. Pada ekspedisi cargo laut, proses pengiriman dapat menggunakan skema LCL atau FCL dengan titik layanan dan alur yang disesuaikan dengan karakter barang serta kebutuhan pengiriman.
Kesimpulan
Kapal kargo terbesar di Indonesia perlu mempertimbangkan dasar ukuran dan fungsi kapalnya. Untuk kapal kontainer, TEU menjadi salah satu ukuran yang paling mudah digunakan untuk melihat perbedaan kapasitas.
CMA CGM Alexander Von Humboldt menjadi contoh kapal berkapasitas sangat besar yang pernah singgah di Indonesia dengan kapasitas 16.000 TEU. Di sisi lain, kapal seperti Meratus Kaimana, Marina Sofia, Meratus Cilacap, Meratus Samarinda, serta armada Logistik Nusantara menunjukkan skala kapal yang berbeda dalam jaringan pelayaran yang berkaitan dengan Indonesia.
Perbedaan kapasitas tersebut menunjukkan bahwa ukuran kapal selalu berkaitan dengan rute, pelabuhan, volume muatan, dan fungsi operasional yang dijalankan.
FAQ
Dalam catatan resmi CMA CGM dan Pelindo pada Oktober 2022, CMA CGM Alexander Von Humboldt dengan kapasitas 16.000 TEU disebut sebagai kapal kontainer terbesar yang saat itu pernah singgah di Jakarta International Container Terminal.
TEU adalah singkatan dari Twenty foot Equivalent Unit. Satu TEU merepresentasikan kapasitas yang setara dengan satu kontainer berukuran 20 kaki dan digunakan untuk membandingkan kapasitas kapal kontainer.
Tidak. Kapal berkapasitas sangat besar umumnya digunakan pada jaringan pelayaran internasional yang didukung pelabuhan dengan fasilitas sesuai. Distribusi domestik dapat menggunakan kapal dengan kapasitas lebih kecil sesuai rute dan karakter pelabuhannya.
Kapal kargo merupakan istilah luas untuk kapal yang mengangkut barang. Kapal kontainer merupakan salah satu jenis kapal kargo yang dirancang untuk membawa barang dalam peti kemas standar.
Tidak selalu. Kapasitas kapal menunjukkan kemampuan membawa muatan, bukan jaminan waktu pengiriman. Waktu perjalanan juga dipengaruhi rute, jadwal keberangkatan, proses bongkar muat, transit, kondisi operasional, dan proses distribusi setelah barang tiba di pelabuhan tujuan.