Papandayan Cargo – Cara menghitung kubikasi barang adalah dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang. Jika ukuran menggunakan centimeter, hasilnya dibagi 1.000.000 untuk mendapatkan CBM atau meter kubik. Dalam pengiriman cargo, kubikasi membantu memperkirakan kebutuhan ruang muatan dan menghitung berat volume. Karena itu, ongkir cargo tidak hanya dipengaruhi berat aktual, tetapi juga dimensi barang, jumlah koli, dan moda pengiriman.
Sudah punya ukuran barang? Siapkan panjang, lebar, tinggi, berat aktual, jumlah koli, kota asal, dan kota tujuan untuk membantu proses cek tarif cargo.
Daftar Isi
ToggleRumus Kubikasi Barang
Kubikasi barang dihitung dari ukuran ruang yang ditempati barang. Ukuran ini biasanya memakai tiga sisi utama, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.
Rumus kubikasi barang dalam meter
Rumus kubikasi barang dalam meter adalah:
Panjang × Lebar × Tinggi = Kubikasi m³
Contoh:
1 m × 1 m × 1 m = 1 m³
Artinya, barang dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter memiliki volume 1 meter kubik.
Rumus kubikasi barang dalam centimeter
Rumus kubikasi barang dalam centimeter adalah:
Panjang cm × Lebar cm × Tinggi cm ÷ 1.000.000 = CBM
Contoh:
100 cm × 80 cm × 60 cm ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM
Rumus kubikasi barang dalam centimeter adalah panjang × lebar × tinggi dibagi 1.000.000 untuk mendapatkan hasil dalam CBM.
Rumus Singkat Kubikasi Barang
| Satuan ukuran | Rumus | Hasil |
|---|---|---|
| Meter | Panjang × Lebar × Tinggi | m³ |
| Centimeter | Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000 | CBM |
Apa Itu Kubikasi Barang?
Kubikasi barang adalah ukuran ruang yang ditempati barang berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi. Dalam pengiriman cargo, kubikasi digunakan untuk memperkirakan seberapa besar ruang muatan yang dibutuhkan di truk, kontainer, kapal, atau pesawat.
Kubikasi bukan berat barang. Barang bisa saja ringan saat ditimbang, tetapi tetap membutuhkan ruang besar karena dimensinya panjang, lebar, atau tinggi. Karena itu, pengiriman cargo tidak hanya melihat berat aktual, tetapi juga dapat mempertimbangkan ukuran barang.
Kenapa kubikasi penting dalam pengiriman cargo?
Kubikasi penting karena ruang muatan dalam armada terbatas. Barang yang besar tetapi ringan tetap memakan ruang, meskipun berat timbangannya tidak terlalu besar.
Contohnya, rak display, foam, furniture ringan, atau kardus besar bisa memiliki berat aktual yang rendah. Namun, karena ukurannya besar, barang tersebut tetap membutuhkan area muatan yang cukup luas. Dalam kondisi seperti ini, berat volume dapat digunakan sebagai dasar estimasi awal.
Barang apa saja yang sering dihitung berdasarkan kubikasi?
Barang yang sering perlu dihitung berdasarkan kubikasi antara lain furniture, mesin, spare part, rak display, barang pameran, FMCG, barang pallet, kardus besar, dan barang banyak koli.
Untuk kebutuhan bisnis, perhitungan kubikasi membantu tim gudang, procurement, purchasing, atau logistics menyiapkan data pengiriman dengan lebih rapi sebelum meminta pengecekan tarif cargo.
Apa Itu CBM Cargo?
CBM adalah singkatan dari cubic meter atau meter kubik. Dalam cargo, CBM digunakan untuk menghitung volume ruang barang yang dibutuhkan dalam proses pengiriman.
CBM cargo adalah satuan yang membantu menjelaskan seberapa besar ruang barang di dalam armada atau kontainer. Semakin besar dimensi barang, semakin besar juga nilai CBM-nya.
Apakah CBM sama dengan meter kubik?
Ya, CBM dan m³ sama-sama merujuk pada meter kubik. Istilah CBM lebih sering digunakan dalam konteks cargo, logistik, pengiriman laut, kontainer, dan pengiriman barang banyak koli.
Contoh:
1 CBM = 1 m³
Artinya, barang dengan volume 1 CBM membutuhkan ruang sekitar 1 meter kubik.
Kenapa CBM sering dipakai dalam cargo laut dan kontainer?
CBM sering dipakai dalam cargo laut dan kontainer karena pengiriman barang banyak berhubungan dengan kapasitas ruang. Pada pengiriman LCL, FCL, kontainer, atau barang banyak koli, CBM membantu memperkirakan kebutuhan ruang muatan.
Untuk pembahasan lebih lengkap tentang definisi CBM dan cara menghitungnya, Anda juga bisa membaca panduan khusus Papandayan Cargo tentang CBM adalah.
Perbedaan Volume, Kubikasi, dan CBM
Volume, kubikasi, dan CBM saling berkaitan, tetapi konteks pemakaiannya berbeda. Volume adalah konsep umum, kubikasi adalah volume barang dalam konteks pengiriman, sedangkan CBM adalah satuan meter kubik yang sering dipakai dalam cargo.
| Istilah | Arti | Dipakai untuk |
|---|---|---|
| Volume | Ukuran ruang barang | Menghitung dimensi |
| Kubikasi | Volume barang dalam konteks pengiriman | Estimasi ruang muatan |
| CBM | Cubic meter / meter kubik | Cargo, kontainer, LCL |
Pada nyatanya, pengguna sering menyebut ketiganya secara bergantian. Namun, saat menyiapkan data pengiriman, istilah yang paling sering diminta adalah panjang, lebar, tinggi, berat aktual, jumlah koli, dan total CBM.
Perbedaan Berat Aktual dan Berat Volume
Berat aktual dan berat volume adalah dua istilah penting dalam pengiriman cargo. Keduanya perlu dipahami karena barang tidak selalu dihitung hanya dari berat timbang.
Apa itu berat aktual?
Berat aktual adalah berat asli barang saat ditimbang. Berat ini biasanya didapat dari timbangan barang, timbangan gudang, atau informasi berat dari pengirim.
Contoh:
Satu koli barang ditimbang dan hasilnya 80 kg. Maka berat aktual barang tersebut adalah 80 kg.
Apa itu berat volume?
Berat volume adalah berat hasil konversi dari ukuran barang. Berat ini dihitung dari panjang, lebar, dan tinggi barang, lalu dibagi dengan pembagi volume sesuai moda pengiriman.
Berat volume biasanya digunakan untuk membantu menghitung barang yang besar tetapi ringan. Barang seperti ini mungkin tidak berat saat ditimbang, tetapi tetap memakan ruang besar di armada.
Kenapa barang ringan bisa kena berat volume?
Barang ringan bisa kena berat volume karena ruang muatan juga memiliki nilai dalam pengiriman cargo. Truk, kontainer, kapal, dan pesawat memiliki batas kapasitas ruang. Barang yang ringan tetapi besar tetap mengurangi ruang untuk barang lain.
Contohnya, busa besar dan besi kecil bisa memiliki karakter yang berbeda. Busa besar mungkin ringan, tetapi memakan banyak ruang. Besi kecil mungkin berat, tetapi tidak memakan ruang sebesar busa. Karena itu, pengiriman cargo dapat mempertimbangkan berat aktual dan berat volume sesuai ketentuan layanan.
Cara Hitung Volume Barang untuk Cargo
Cara hitung volume barang untuk cargo dimulai dari mengukur dimensi akhir barang. Ukuran sebaiknya dihitung setelah barang selesai dipacking, karena dimensi akhir bisa berubah setelah diberi kardus, plastik, bubble wrap, pallet, atau packing kayu.
Langkah 1: Ukur panjang barang
Ukur sisi terpanjang barang dari ujung ke ujung. Gunakan ukuran sisi terluar, terutama jika barang sudah dipacking.
Contoh:
Panjang barang setelah packing adalah 120 cm.
Langkah 2: Ukur lebar barang
Ukur sisi lebar barang dari bagian paling luar. Pastikan ukuran sudah termasuk kemasan.
Contoh:
Lebar barang setelah packing adalah 80 cm.
Langkah 3: Ukur tinggi barang
Ukur tinggi barang dari bagian bawah sampai titik tertinggi. Untuk barang tidak beraturan, gunakan titik paling luar sebagai patokan.
Contoh:
Tinggi barang setelah packing adalah 70 cm.
Langkah 4: Kalikan panjang, lebar, dan tinggi
Setelah panjang, lebar, dan tinggi tersedia, kalikan ketiganya.
Contoh:
120 cm × 80 cm × 70 cm = 672.000 cm³
Hasil 672.000 cm³ masih berbentuk volume dalam centimeter kubik, belum menjadi CBM.
Langkah 5: Ubah hasil ke CBM
Untuk mengubah hasil centimeter kubik menjadi CBM, bagi hasilnya dengan 1.000.000.
Contoh:
672.000 ÷ 1.000.000 = 0,672 CBM
Jadi, barang dengan ukuran 120 × 80 × 70 cm memiliki kubikasi 0,672 CBM.
Cara Menghitung CBM Cargo untuk Satu Barang
Cara menghitung CBM cargo untuk satu barang adalah dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang, lalu membagi hasilnya dengan 1.000.000 jika ukuran memakai centimeter.
Contoh ukuran barang:
| Data ukuran | Nilai |
|---|---|
| Panjang | 120 cm |
| Lebar | 80 cm |
| Tinggi | 70 cm |
Rumus:
120 × 80 × 70 ÷ 1.000.000 = 0,672 CBM
Barang ukuran 120 × 80 × 70 cm memiliki kubikasi 0,672 CBM.
Artinya, barang tersebut membutuhkan ruang sekitar 0,672 meter kubik. Data ini dapat digunakan sebagai estimasi awal sebelum membandingkan berat aktual dan berat volume.
Cara Menghitung Kubikasi Barang Banyak Koli
Cara menghitung kubikasi barang banyak koli bergantung pada kondisi ukurannya. Ada pengiriman yang semua kolinya berukuran sama, ada juga pengiriman yang tiap koli memiliki ukuran berbeda.
Untuk pengiriman B2B, perhitungan banyak koli penting karena barang gudang, barang pallet, kardus distribusi, spare part, atau barang operasional sering dikirim dalam jumlah lebih dari satu koli.
Jika ukuran semua koli sama
Jika semua koli memiliki ukuran yang sama, hitung dulu CBM per koli, lalu kalikan dengan jumlah koli.
Rumus:
CBM per koli × jumlah koli = total CBM
Contoh:
0,672 CBM × 10 koli = 6,72 CBM
Artinya, 10 koli dengan ukuran yang sama memiliki total kubikasi 6,72 CBM.
Jika ukuran tiap koli berbeda
Jika ukuran tiap koli berbeda, hitung CBM masing-masing koli, lalu jumlahkan semua hasilnya.
Rumus:
CBM koli 1 + CBM koli 2 + CBM koli 3 = total CBM
Contoh tabel:
| Koli | Panjang | Lebar | Tinggi | CBM |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 120 cm | 80 cm | 70 cm | 0,672 |
| 2 | 100 cm | 70 cm | 60 cm | 0,420 |
| Total | 1,092 |
Total kubikasi dari dua koli tersebut adalah 1,092 CBM.
Jika barang dikirim di atas pallet
Jika barang dikirim menggunakan pallet, ukuran yang dihitung sebaiknya dimensi akhir setelah barang berada di atas pallet dan selesai packing. Jangan hanya menghitung ukuran barang sebelum disusun di pallet, karena dimensi akhirnya bisa lebih besar.
Untuk memahami istilah koli lebih lanjut, Anda bisa membaca panduan Papandayan Cargo tentang 1 koli berapa kg.
Cara Hitung Berat Volume Cargo Darat dan Laut
Berat volume cargo darat dan laut dihitung dari panjang, lebar, dan tinggi barang, lalu dibagi dengan pembagi volume. Untuk perhitungan Papandayan Cargo, rumus yang digunakan adalah:
Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 4000 = Berat volume
Contoh:
100 cm × 80 cm × 60 cm ÷ 4000 = 120 kg volume
Artinya, barang dengan ukuran 100 × 80 × 60 cm memiliki berat volume 120 kg untuk perhitungan cargo darat atau laut.
Berat volume dapat digunakan ketika barang berukuran besar tetapi berat aktualnya lebih ringan. Karena itu, saat cek tarif cargo, sebaiknya siapkan dua data sekaligus: berat aktual dan ukuran barang.
Untuk pengiriman berdasarkan moda, Anda juga bisa melihat layanan ekspedisi darat dan ekspedisi laut Papandayan Cargo.
Cara Hitung Berat Volume Cargo Udara
Berat volume cargo udara dihitung dari panjang, lebar, dan tinggi barang, lalu dibagi dengan pembagi volume udara. Untuk perhitungan Papandayan Cargo, rumus yang digunakan adalah:
Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 6000 = Berat volume udara
Contoh:
100 cm × 80 cm × 60 cm ÷ 6000 = 80 kg volume
Artinya, barang dengan ukuran 100 × 80 × 60 cm memiliki berat volume 80 kg untuk perhitungan cargo udara.
Pengiriman udara lebih sensitif terhadap dimensi karena ruang muat lebih terbatas. Karena itu, data panjang, lebar, tinggi, berat aktual, dan jenis barang perlu disiapkan sejak awal agar proses pengecekan lebih rapi.
Untuk kebutuhan pengiriman lebih cepat, Anda bisa melihat halaman ekspedisi udara Papandayan Cargo.
Cara Menentukan Berat yang Dipakai untuk Ongkir Cargo
Berat yang dipakai untuk estimasi ongkir cargo dapat mempertimbangkan berat aktual dan berat volume. Berat aktual berasal dari hasil timbang, sedangkan berat volume berasal dari hasil konversi dimensi barang.
Contoh:
| Jenis berat | Nilai |
|---|---|
| Berat aktual | 80 kg |
| Berat volume | 120 kg |
Jika berat volume lebih besar dari berat aktual, barang bisa dihitung berdasarkan berat volume sesuai ketentuan layanan. Namun, perhitungan final tetap perlu dicek berdasarkan jenis barang, packing, jumlah koli, moda pengiriman, dan rute pengiriman.
Karena itu, saat cek tarif cargo, siapkan berat aktual dan ukuran barang secara bersamaan. Data ini membantu tim melakukan verifikasi awal dengan lebih cepat.
Contoh Perhitungan Kubikasi Barang Cargo
Berikut beberapa contoh perhitungan kubikasi barang cargo yang bisa digunakan sebagai acuan awal.
Contoh 1: Barang satu koli
Ukuran barang:
- Panjang: 100 cm
- Lebar: 80 cm
- Tinggi: 60 cm
Rumus:
100 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM
Barang satu koli dengan ukuran 100 × 80 × 60 cm memiliki kubikasi 0,48 CBM.
Contoh 2: Barang banyak koli
Jika ada 10 koli dengan ukuran yang sama dan masing-masing memiliki kubikasi 0,48 CBM, maka rumusnya:
0,48 CBM × 10 koli = 4,8 CBM
Total kubikasi 10 koli tersebut adalah 4,8 CBM.
Contoh 3: Barang ringan tetapi besar
Barang ringan tetapi besar bisa berupa rak display, styrofoam, furniture ringan, kardus besar, atau barang promosi pameran. Barang seperti ini dapat terkena berat volume karena ukurannya memakan ruang, meskipun berat timbangannya tidak terlalu besar.
Contoh:
| Data | Nilai |
|---|---|
| Ukuran barang | 100 × 80 × 60 cm |
| Kubikasi | 0,48 CBM |
| Berat volume darat/laut | 120 kg volume |
| Berat volume udara | 80 kg volume |
Tabel ini menunjukkan bahwa satu ukuran barang bisa menghasilkan nilai CBM dan berat volume yang berbeda, tergantung rumus yang digunakan.
Kalkulator Kubikasi Barang Cargo
Gunakan kalkulator ini untuk menghitung estimasi CBM, berat volume darat/laut, dan berat volume udara berdasarkan ukuran barang. Hasil ini bersifat estimasi awal, bukan tarif final pengiriman.
Hasil Estimasi Perhitungan
| Komponen | Hasil |
|---|---|
| CBM per koli | – |
| Total CBM | – |
| Berat volume darat/laut | – |
| Berat volume udara | – |
| Berat aktual total | – |
Kesalahan Umum Saat Menghitung Kubikasi Barang
Kesalahan menghitung kubikasi barang bisa membuat estimasi awal menjadi kurang akurat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghitung.
Mengukur barang sebelum packing
Ukuran barang sebaiknya dihitung setelah packing. Dimensi barang bisa berubah setelah diberi kardus, plastik, bubble wrap, pallet, atau packing kayu.
Tidak menghitung jumlah koli
Banyak pengguna hanya menghitung satu koli, padahal total kiriman lebih dari satu. Jika barang terdiri dari banyak koli, hitung setiap koli lalu jumlahkan total CBM-nya.
Salah satuan cm dan meter
Jika ukuran menggunakan centimeter, hasil panjang × lebar × tinggi harus dibagi 1.000.000 untuk mendapatkan CBM.
Contoh benar:
100 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM
Jika ukuran sudah memakai meter, hasil panjang × lebar × tinggi langsung menjadi m³.
Tidak membandingkan berat aktual dan berat volume
Berat aktual dan berat volume sebaiknya disiapkan bersama. Barang dengan berat aktual kecil bisa memiliki berat volume lebih besar jika dimensinya besar.
Mengabaikan bentuk barang tidak beraturan
Untuk barang tidak beraturan, gunakan ukuran sisi terluar sebagai patokan. Ukur panjang, lebar, dan tinggi dari titik paling luar barang setelah packing.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Cek Tarif Cargo
Sebelum cek tarif cargo, siapkan data pengiriman secara lengkap agar proses pengecekan lebih cepat dan rapi. Data yang lengkap juga membantu mengurangi risiko salah estimasi karena ukuran, berat, atau jumlah koli belum jelas.
Data ukuran barang
Data ukuran barang yang perlu disiapkan adalah panjang, lebar, tinggi, jumlah koli, dan foto barang jika ada. Ukuran sebaiknya memakai dimensi akhir setelah packing.
Contoh data ukuran:
| Data ukuran | Contoh |
|---|---|
| Panjang | 120 cm |
| Lebar | 80 cm |
| Tinggi | 70 cm |
| Jumlah koli | 10 koli |
| Foto barang | [butuh data: foto barang setelah packing] |
Data berat barang
Data berat barang yang perlu disiapkan adalah berat aktual, estimasi berat volume, dan total berat kiriman. Jika barang banyak koli, pastikan total berat aktual sudah dihitung dari seluruh koli.
Data pengiriman
Data pengiriman yang perlu disiapkan adalah kota asal, area penjemputan, kota tujuan, area tujuan, jenis barang, serta kebutuhan packing atau handling khusus.
Kalau barang Anda banyak koli atau ukurannya tidak standar, tim Papandayan Cargo bisa bantu cek perhitungan awal sebelum pengiriman. Siapkan ukuran barang, berat aktual, jumlah koli, kota asal, dan kota tujuan agar proses cek tarif lebih cepat.
FAQ Seputar Kubikasi Barang Cargo
Cara menghitung kubikasi barang adalah dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang. Jika ukuran menggunakan centimeter, hasilnya dibagi 1.000.000 untuk mendapatkan CBM.
Rumus:
Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000 = CBM
Rumus kubikasi barang dalam cm adalah panjang cm × lebar cm × tinggi cm ÷ 1.000.000.
Contoh:
100 cm × 80 cm × 60 cm ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM.
Kubikasi adalah ukuran ruang barang dalam satuan CBM atau meter kubik. Berat volume adalah hasil konversi dari ukuran barang menjadi berat hitung dalam kilogram volume.
Kubikasi menjelaskan besar ruang barang, sedangkan berat volume membantu memperkirakan berat perhitungan berdasarkan dimensi barang.
Ya, ukuran barang sebaiknya dihitung setelah packing. Dimensi akhir bisa berubah setelah barang diberi kardus, plastik, bubble wrap, pallet, atau packing kayu.
Untuk barang tidak beraturan, gunakan sisi paling luar sebagai patokan panjang, lebar, dan tinggi.
Rumus kubikasi CBM tetap sama, yaitu panjang × lebar × tinggi ÷ 1.000.000 jika ukuran memakai centimeter.
Namun, rumus berat volume berbeda.
Untuk Papandayan Cargo, berat volume darat dan laut menggunakan rumus panjang × lebar × tinggi ÷ 4000. Untuk udara, rumusnya panjang × lebar × tinggi ÷ 6000.






