Papandayan cargo – Dalam industri logistik, banyak pengirim berasumsi bahwa tarif ditentukan murni dari angka kilogram di timbangan. Padahal, kendaraan logistik tidak hanya dibatasi oleh kapasitas berat, tetapi juga oleh ruang muat. Inilah alasan mengapa penghitungan berat volumetrik sering menjadi faktor penentu dalam biaya pengiriman, terutama untuk barang besar namun ringan seperti furniture, elektronik berukuran besar, dan material display. Pada rute sibuk seperti ekspedisi Surabaya Banjarmasin, perbedaan pemahaman antara berat aktual dan volumetrik merupakan penyebab umum ketidaksesuaian biaya, keterlambatan loading, hingga penataan ulang muatan di hub transit.
Berat aktual adalah bobot riil yang terbaca di timbangan.
Berat volumetrik mewakili seberapa besar ruang yang dipakai barang di dalam armada, dihitung dari panjang × lebar × tinggi.
Operator akan menggunakan nilai terbesar untuk menentukan tarif, karena kendaraan harus menyeimbangkan batas berat dan batas ruang secara bersamaan. Barang ringan berukuran besar cenderung menghabiskan ruang melebihi bobotnya, sehingga tarif mengacu pada volumetrik.
Ukuran yang tidak presisi sering menjadi sumber masalah di lapangan. Misalnya TV LED yang sudah diberi pengemasan profesional, layanan seperti packing TV LED besar dapat mengalami kenaikan dimensi beberapa sentimeter akibat padding, kayu, atau protector. Tambahan kecil ini berdampak besar saat dihitung secara volumetrik, sehingga data dimensi harus selalu dihitung setelah proses packing selesai.
Daftar Isi
ToggleCara Menghitung Berat Volumetrik dalam Pengiriman Indonesia
Dalam praktik domestik, rumus volumetrik berbeda berdasarkan moda:
Pengiriman darat menggunakan pembagi sekitar 4000–5000.
Pengiriman laut LCL menggunakan pembagi 6000.
Pengiriman udara menggunakan pembagi 5000.
1 hingga 2 sentimeter deviasi dianggap wajar karena material packing memiliki ketebalan berbeda. Pengukuran dilakukan pada titik terluas dan tertinggi, bukan hanya sisi rata.
Contoh nyata di lapangan sering terjadi pada perangkat elektronik besar. Barang dengan dimensi 180 × 25 × 120 cm hanya memiliki berat sekitar 45 kg, tetapi hasil volumetriknya mencapai 135 kg. Sistem logistik harus menyediakan ruang setara 135 kg karena struktur muatan tidak boleh ditekan oleh barang lain. Inilah yang membuat tarif volumetrik menjadi acuan utama.
Penyebab Barang Ringan Justru Lebih Mahal Dikirim
Barang ringan yang berukuran besar membawa tantangan operasional yang tidak terlihat oleh pengirim umum. Barang seperti lemari, TV, panel akrilik, atau backdrop event biasanya tidak bisa ditumpuk. Mereka membutuhkan ruang aman di sekelilingnya untuk mengurangi risiko benturan, gesekan, atau tekanan dari barang lain. Ketika satu unit barang memakan sebagian besar ruang truk, operator harus mengalokasikan slot muat yang seharusnya bisa digunakan untuk beberapa paket lain. Faktor-faktor tersebut membuat tarif mengikuti volumetrik, bukan berat aktual.
Dampak Kesalahan Perhitungan Dimensi Terhadap Proses Pengiriman
Ketidaktepatan data dimensi dapat menyebabkan penolakan muatan, penataan ulang yang memakan waktu, atau biaya tambahan untuk repacking. Di gudang transit, selisih ukuran 5 hingga 10 sentimeter saja dapat membuat barang tidak muat pada jalur penataan tertentu. Pada kendaraan berukuran engkel atau CDD, ruang habis lebih cepat dibanding batas berat, sehingga barang tinggi atau panjang sering menjadi penentu kapasitas.
Penundaan juga bisa terjadi ketika operator harus memindahkan barang lain untuk mencari penataan yang aman. Hal ini sering menjadi penyebab keterlambatan keberangkatan meski barang sudah siap sejak awal.
Situasi ketika Berat Aktual Tetap Menjadi Acuan
Barang yang padat dan berdensitas tinggi seperti komponen mesin, valve baja, atau block engine cenderung mengikuti berat aktual. Mereka tidak banyak memakan ruang, stabil saat ditumpuk, dan tidak memerlukan ruang aman tambahan. Barang dengan bentuk kotak kecil juga jarang mengikuti volumetrik karena tidak mengganggu pola penataan muatan.
Bagaimana Operator Menentukan Tarif berdasarkan Beban Dominan
Operator umumnya menilai tiga hal untuk menentukan apakah volumetrik atau berat aktual yang digunakan: densitas barang, kemampuan barang untuk ditumpuk, dan level risiko selama perjalanan. Barang fragile yang tidak bisa ditumpuk hampir selalu dihitung volumetrik. Barang padat namun besar yang memakan satu slot muat juga dihitung volumetrik meski beratnya rendah. Sementara barang industri padat lebih sering mengikuti berat aktual.
Jenis armada turut berpengaruh. Kendaraan engkel dan CDD memiliki keterbatasan volume lebih cepat dibanding batas berat, sedangkan Fuso atau Wingbox cenderung lebih fleksibel.
Lingkungan Perjalanan dan Pengaruhnya terhadap Perhitungan Ruang
Kondisi jalan yang memiliki vibrasi tinggi memaksa operator memberi jarak tambahan agar barang tidak menerima tekanan berlebihan. Barang besar juga tidak boleh menempel pada dinding truk karena risiko kelembapan dan kondensasi. Karena itu, ruang aman sekitar tiga hingga sepuluh sentimeter biasanya disiapkan, sehingga volumetrik barang menjadi lebih besar dari ukuran bersihnya.
Standar Packing yang Umum Digunakan untuk Barang Besar
Proses pengemasan yang tepat berpengaruh pada keakuratan dimensi dan keselamatan barang. Dalam barang besar seperti elektronik, furniture, atau peralatan industri ringan, material seperti karton tebal, foam internal, shrink-wrap, dan bracing kayu digunakan untuk menjaga struktur tetap stabil. Packing yang profesional mencegah barang berubah bentuk selama perjalanan dan memastikan perhitungan volumetrik tetap konsisten.
Contoh Aplikasi di Lapangan
Sebuah mesin laundry ukuran sedang memiliki dimensi sekitar 70 × 70 × 105 cm dengan berat aktual sekitar 80 kg. Namun hasil volumetriknya mencapai 128 kg. Meskipun mesin cukup padat, ukurannya memakan satu posisi penataan yang tidak dapat diisi barang lain, sehingga volumetrik menjadi acuan.
Contoh lain adalah lemari kayu dua pintu dengan berat 35 kg tetapi volumetrik lebih dari 200 kg. Karena barang tidak bisa menahan beban, operator memberikan ruang aman dan tarif volumetrik otomatis dipakai.
Cara Memastikan Perhitungan Volumetrik tetap Akurat
Agar estimasi tarif lebih tepat, pengirim disarankan memberikan data dimensi yang diukur setelah packing selesai. Titik terpanjang dan tertinggi harus dicatat dalam sentimeter, disertai foto dari beberapa sisi. Informasi apakah barang bisa ditumpuk atau tidak sangat menentukan pola penataan muatan.
Jika barang akan diberi packing kayu atau double packing, sebaiknya perhitungan dilakukan setelah material terpasang agar tidak terjadi selisih biaya di kemudian hari.
Kapan Perlu Konsultasi sebelum Mengirim Barang Besar?
Perhitungan volumetrik yang akurat membantu memastikan tarif transparan, penataan aman, dan proses loading berjalan efisien. Untuk pengiriman barang besar seperti elektronik, furniture, mesin, atau material fragile yang membutuhkan pengemasan dan penanganan profesional, informasi dan panduan lengkap dapat dilihat melalui Papandayan Cargo.
Kesimpulan
Perbedaan antara berat aktual dan volumetrik bukan hanya soal angka, tetapi soal bagaimana ruang dan beban bekerja di dalam armada logistik. Barang yang terlihat ringan bisa memiliki dampak signifikan terhadap alokasi ruang. Dengan memahami konsep ini, pengirim dapat menghindari selisih biaya, mempersiapkan packing yang tepat, dan memastikan barang ditata dengan aman selama perjalanan. Prinsip ini menjadi dasar dalam memastikan pengiriman lebih efisien dan minim risiko, terutama untuk muatan besar dan tidak bisa ditumpuk.
FAQ
1. Mengapa tarif volumetrik bisa lebih tinggi daripada berat aktual?
Karena ruang yang dipakai barang lebih besar dibanding bobotnya, sehingga memengaruhi kapasitas truk.
2. Apakah packing kayu menambah volumetrik?
Ya, karena menambah ketebalan di semua sisi.
3. Apakah semua barang fragile otomatis mengikuti volumetrik?
Sebagian besar ya, karena tidak dapat ditumpuk.
4. Jika barang bisa ditumpuk, apakah tarif bisa lebih murah?
Bisa, karena ruang bisa dimanfaatkan lebih efisien.
5. Apakah dimensi atau berat yang lebih berpengaruh pada tarif?
Dimensi biasanya lebih menentukan untuk barang besar dan ringan.
Last Updated on 26/11/2025 by Rachmat Razi