Cara Menghitung Kubikasi Barang Cargo, CBM & Berat Volume

Promo Layanan Udara Papandayan Cargo
Cara hitung volume dan kubikasi barang kargo di gudang, ilustrasi penumpukan kardus untuk pengiriman darat dan laut
Cara hitung volume dan kubikasi barang untuk kebutuhan pengiriman

Papandayan Cargo – Cara menghitung kubikasi barang adalah dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang. Jika ukuran menggunakan centimeter, hasilnya dibagi 1.000.000 untuk mendapatkan CBM atau meter kubik. Contohnya, barang berukuran 100 × 80 × 60 cm memiliki kubikasi 0,48 CBM.

Dalam pengiriman cargo, kubikasi menunjukkan seberapa besar ruang yang dibutuhkan barang. Nilai ini berbeda dengan berat aktual maupun berat volume, sehingga data ukuran dan berat sebaiknya disiapkan bersama sebelum mengecek tarif pengiriman.

Rumus Kubikasi Barang

Rumus kubikasi bergantung pada satuan ukuran yang digunakan.

Satuan ukuranRumusHasil
MeterPanjang × Lebar × Tinggim³ / CBM
CentimeterPanjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000m³ / CBM

Contoh menggunakan centimeter:

100 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM

Jadi, barang dengan ukuran 100 cm × 80 cm × 60 cm membutuhkan ruang sebesar 0,48 meter kubik.

CBM merupakan singkatan dari cubic meter dan nilainya sama dengan meter kubik. Dalam proses operasional Papandayan Cargo, barang ditimbang dan diukur untuk mencocokkan berat aktual, dimensi, serta jumlah koli. Data dimensi tersebut juga digunakan dalam perhitungan berat volume, dengan pembagi 4.000 untuk pengiriman darat dan laut serta 6.000 untuk pengiriman udara. 

Cara Menghitung Kubikasi Barang

Ukuran sebaiknya diambil setelah barang selesai dipacking karena kardus, bubble wrap, pallet, atau packing kayu dapat mengubah dimensi akhirnya.

Misalnya barang setelah packing memiliki ukuran:

  • Panjang: 120 cm
  • Lebar: 80 cm
  • Tinggi: 70 cm

Perhitungannya:

120 × 80 × 70 = 672.000 cm³

Kemudian ubah menjadi CBM:

672.000 ÷ 1.000.000 = 0,672 CBM

Artinya, satu barang dengan ukuran 120 × 80 × 70 cm memiliki kubikasi 0,672 CBM.

Kalkulator Kubikasi Barang

Masukkan panjang, lebar, tinggi, dan jumlah koli untuk mendapatkan total kubikasi barang secara otomatis.

Kalkulator Kubikasi Barang

Masukkan ukuran barang setelah packing untuk menghitung total CBM dan estimasi berat volume.

Cara Menghitung Kubikasi Barang Banyak Koli

Jika kiriman terdiri dari beberapa koli, cara menghitungnya menyesuaikan ukuran masing-masing barang.

Jika Semua Koli Berukuran Sama

Hitung CBM satu koli terlebih dahulu, kemudian kalikan dengan jumlah koli.

Rumus:

CBM per koli × jumlah koli = total CBM

Contoh:

0,672 CBM × 10 koli = 6,72 CBM

Jadi, 10 koli dengan ukuran yang sama memiliki total kubikasi 6,72 CBM.

Jika Ukuran Setiap Koli Berbeda

Hitung kubikasi masing-masing koli, kemudian jumlahkan seluruh hasilnya.

KoliPanjangLebarTinggiCBM
1120 cm80 cm70 cm0,672
2100 cm70 cm60 cm0,420
Total1,092 CBM

Untuk kiriman dengan banyak kemasan, jumlah koli juga perlu dicatat agar data barang tetap lengkap. Istilah dan penggunaannya dapat dilihat pada pembahasan 1 koli berapa kg.

Jika Barang Menggunakan Pallet

Untuk barang yang sudah disusun di atas pallet, gunakan dimensi paling luar setelah proses packing selesai.

Jangan menghitung ukuran barang sebelum dipallet jika ukuran akhirnya berubah, karena ruang yang digunakan selama pengiriman mengikuti dimensi akhir muatan.

Apa Bedanya Kubikasi dan Berat Volume?

Kubikasi dan berat volume sama-sama menggunakan dimensi barang, tetapi menghasilkan nilai yang berbeda.

PerhitunganMenunjukkanSatuan
KubikasiRuang yang ditempati barangCBM / m³
Berat aktualBerat hasil timbangankg
Berat volumeKonversi dimensi menjadi berat hitungkg volume

Sebagai contoh, barang berukuran 100 × 80 × 60 cm memiliki kubikasi:

100 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM

Namun ukuran yang sama dapat menghasilkan berat volume yang berbeda karena pembaginya mengikuti moda pengiriman.

Cara Menghitung Berat Volume Cargo

Untuk perhitungan Papandayan Cargo, berat volume darat dan laut menggunakan rumus:

Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 4.000

Contoh:

100 × 80 × 60 ÷ 4.000 = 120 kg volume

Jadi, barang berukuran 100 × 80 × 60 cm menghasilkan berat volume 120 kg untuk perhitungan ekspedisi darat atau ekspedisi laut.

Untuk pengiriman udara, rumus yang digunakan adalah:

Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 6.000

Dengan ukuran barang yang sama:

100 × 80 × 60 ÷ 6.000 = 80 kg volume

Artinya, ukuran tersebut menghasilkan berat volume 80 kg untuk perhitungan ekspedisi udara.

Perhitungan akhir tetap mengikuti ketentuan layanan, jenis barang, packing, jumlah koli, moda, dan rute pengiriman.

Kesalahan Umum Saat Menghitung Kubikasi Barang

Kesalahan pengukuran dapat membuat estimasi awal berbeda dengan kondisi barang saat diterima. Beberapa hal yang paling sering terjadi antara lain:

Mengukur Barang Sebelum Packing

Ukuran sebaiknya diambil setelah packing selesai. Kardus, bubble wrap, pallet, atau packing kayu dapat menambah panjang, lebar, maupun tinggi barang.

Tidak Memasukkan Jumlah Koli

Jika terdapat beberapa koli dengan ukuran sama, hasil kubikasi satu koli tetap harus dikalikan jumlah barang.

Untuk ukuran yang berbeda, hitung setiap koli secara terpisah lalu jumlahkan hasilnya.

Salah Mengubah Centimeter Menjadi CBM

Untuk ukuran dalam centimeter:

Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000 = CBM

Sedangkan ukuran yang sudah menggunakan meter dapat langsung dikalikan.

Menyamakan Kubikasi dengan Berat Volume

Kubikasi menghasilkan CBM, sedangkan berat volume menghasilkan kilogram volume. Keduanya berasal dari dimensi barang, tetapi digunakan untuk tujuan perhitungan yang berbeda.

Tidak Mengukur Sisi Terluar Barang

Barang dengan bentuk tidak beraturan sebaiknya diukur dari titik terluarnya setelah packing. Cara ini memberikan gambaran ruang muatan yang lebih sesuai dengan kondisi fisik barang.

Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Cek Tarif Cargo

Selain hasil kubikasi, beberapa informasi lain diperlukan agar pengecekan pengiriman lebih akurat.

DataYang perlu disiapkan
UkuranPanjang × lebar × tinggi
BeratBerat aktual
JumlahTotal koli
BarangJenis dan kondisi kemasan
AsalKota dan area pickup
TujuanKota dan area penerimaan
TambahanPacking atau handling khusus bila diperlukan

Untuk barang banyak koli, menggunakan pallet, atau memiliki bentuk yang tidak standar, foto barang setelah packing juga dapat membantu proses pengecekan awal.

Setelah data tersebut tersedia, pilihan moda dan perhitungan pengiriman dapat disesuaikan dengan karakter barang serta rute yang digunakan.

FAQ Seputar Kubikasi Barang Cargo

1. Bagaimana cara menghitung kubikasi barang?

Cara menghitung kubikasi barang adalah panjang × lebar × tinggi. Jika ukuran menggunakan centimeter, bagi hasilnya dengan 1.000.000 untuk mendapatkan CBM.

Rumus:
Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000 = CBM

2. Apa rumus kubikasi barang dalam cm?

Rumusnya adalah:
Panjang cm × Lebar cm × Tinggi cm ÷ 1.000.000

Contoh:
100 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,48 CBM

3. Apa bedanya kubikasi dan berat volume?

Kubikasi menunjukkan ruang yang ditempati barang dalam CBM atau meter kubik. Berat volume mengubah dimensi barang menjadi berat hitung dalam kilogram volume.

4. Apakah ukuran barang dihitung setelah packing?

Ya. Dimensi sebaiknya diukur setelah packing karena kardus, bubble wrap, pallet, atau packing kayu dapat mengubah ukuran akhir barang.
Untuk bentuk tidak beraturan, gunakan sisi paling luar sebagai patokan.

5. Apakah rumus kubikasi darat, laut, dan udara berbeda?

Rumus untuk mendapatkan CBM tetap sama, yaitu panjang × lebar × tinggi ÷ 1.000.000 jika ukuran menggunakan centimeter.
Yang berbeda adalah perhitungan berat volume. Untuk Papandayan Cargo, darat dan laut menggunakan pembagi 4.000, sedangkan udara menggunakan pembagi 6.000.

Berita dan Artikel Terbaru

Butuh Solusi Pengiriman yang Tepat?

Tim kami siap membantu Anda menentukan metode pengiriman terbaik sesuai jenis barang, rute, dan kebutuhan bisnis Anda.