Mobil Listrik Meramaikan GIIAS 2026, Ekosistem Charger Ikut Jadi Sorotan

Promo Layanan Udara Papandayan Cargo
GIIAS 2026 menjadi ajang untuk melihat perkembangan industri otomotif, mulai dari kendaraan listrik, teknologi baru, hingga tren mobilitas masa depan.

Papandayan CargoGAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Selain menghadirkan kendaraan terbaru, pameran ini memperlihatkan perkembangan teknologi elektrifikasi melalui mobil listrik, hybrid, hingga berbagai solusi pendukung penggunaannya.

Ramainya kendaraan listrik di GIIAS 2026 menunjukkan bahwa perkembangan EV tidak hanya ditentukan oleh semakin banyaknya pilihan mobil. Ketersediaan charger, komponen, dan perangkat pendukung juga diperlukan agar kendaraan dapat digunakan di rumah, dealer, gedung komersial, kawasan industri, maupun lokasi lainnya.

Pilihan Mobil Listrik di GIIAS 2026 Semakin Beragam

Kendaraan listrik yang hadir di GIIAS 2026 tidak lagi terbatas pada satu bentuk atau segmen. Pengunjung dapat menemukan city car untuk mobilitas perkotaan, SUV, fastback, hingga MPV listrik berkapasitas besar.

1. Wuling Aira ev

Wuling Air EV sebagai mobil listrik berukuran kompak dengan desain modern dan tampilan interior showroom otomotif

Wuling Aira ev hadir sebagai city car listrik dengan dimensi ringkas dan karakter praktis untuk mobilitas sehari-hari. Model terbaru dalam portofolio kendaraan listrik Wuling ini resmi diluncurkan dalam rangkaian GIIAS 2026.

2. Honda Super-ONE

Honda Super-ONE dengan desain mobil listrik kompak berwarna ungu dan tampilan modern di studio otomotif

Honda membawa Super-ONE sebagai lini Honda Electric terbaru sekaligus debut pertama model tersebut di Asia Tenggara. Mobil listrik kompak ini tetap menonjolkan karakter berkendara khas Honda dalam pendekatan elektrifikasi.

3. Chery Q

Chery Q sebagai mobil listrik kompak berwarna putih dengan desain modern dan tampilan minimalis di studio otomotif

Chery Q memperluas pilihan pada kelas compact EV melalui varian Pure dan Rizz. Model ini resmi diluncurkan di GIIAS 2026 dengan desain ringkas, tetapi menawarkan ruang kabin dan fitur yang diarahkan untuk mobilitas perkotaan.

4. Leapmotor B10

Leapmotor B10 tampil sebagai SUV listrik modern dengan desain bersih, bodi proporsional, dan nuansa futuristis.

Leapmotor B10 hadir sebagai SUV listrik kompak sekaligus menjadi salah satu model yang menandai masuknya Leapmotor ke pasar Indonesia. Bersama C10, model ini memperluas persaingan kendaraan listrik pada segmen SUV.

5. Mazda 6e Fastback

Mazda 6e Fastback tampil dengan desain sporty dan futuristik, memperlihatkan arah baru kendaraan listrik bergaya premium.

The All-New Mazda 6e Fastback menjadi debut kendaraan listrik Mazda di Indonesia. Mobil ini memadukan desain fastback, teknologi elektrifikasi, dan pendekatan pengalaman berkendara yang tetap membawa identitas Mazda.

6. Hyundai STARIA Electric

Hyundai STARIA Electric hadir dengan desain futuristik dan bodi van modern, menonjolkan arah kendaraan listrik untuk mobilitas masa depan.

Hyundai STARIA Electric membawa elektrifikasi ke segmen MPV dengan ruang kabin dan kapasitas yang lebih besar. Kehadirannya menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya berkembang untuk penggunaan personal berukuran kompak, tetapi juga mulai menjangkau kebutuhan mobilitas bersama.

Keenam model tersebut memperlihatkan semakin luasnya pilihan kendaraan listrik di GIIAS 2026. Persaingan tidak hanya berlangsung pada desain, fitur, dan jarak tempuh, tetapi juga pada kemampuan produsen menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan pola penggunaan berbeda.

GIIAS 2026 Tidak Hanya Menampilkan Kendaraan

Di balik kendaraan yang dipamerkan, terdapat industri pendukung yang membantu menjaga kendaraan tetap dapat digunakan, dirawat, dan dikembangkan. GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 150 merek supporting industries yang mencakup suku cadang, pelumas, aksesori, ban, perangkat elektronik, hingga solusi pengisian daya kendaraan listrik.

Dalam ekosistem kendaraan listrik, perangkat seperti charger, kabel, komponen instalasi, sparepart, dan perlengkapan lainnya perlu tersedia di lokasi penggunaan. Artinya, perkembangan EV bukan hanya berkaitan dengan kendaraan yang keluar dari pabrik atau area pameran, tetapi juga kesiapan perangkat yang mendukung penggunaannya.

Kehadiran PLN Mobile, Dharma Connect, dan Delta Charger di GIIAS 2026 semakin menegaskan bahwa energi dan solusi pengisian daya mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembahasan industri otomotif.

Charger Menjadi Bagian Penting dari Ekosistem Kendaraan Listrik

Tampilan kendaraan listrik di area pameran otomotif modern dengan desain futuristik dan stasiun pengisian daya.

Kendaraan listrik membutuhkan akses pengisian daya di lokasi tempat kendaraan disimpan atau dioperasikan. Charger dapat digunakan di rumah, dealer, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, properti komersial, hingga kawasan industri.

Kebutuhan setiap lokasi tentu berbeda. Jenis kendaraan, kapasitas listrik, pola penggunaan, jumlah unit, serta kesiapan instalasi dapat memengaruhi perangkat yang diperlukan.

Karena itu, pertumbuhan pilihan kendaraan listrik perlu diikuti kesiapan ekosistem pendukungnya. Mobil dapat diperkenalkan di area pameran, tetapi perangkat charging tetap perlu tersedia dan terpasang di tempat kendaraan tersebut digunakan.

Dari Kemasan hingga Lokasi Pemasangan

Sebelum digunakan, charger perlu dikirim dari produsen atau gudang distributor menuju dealer, rumah pelanggan, gedung komersial, maupun lokasi proyek.

Dalam distribusi ke beberapa kota, satu kebutuhan pemasangan dapat terdiri atas unit charger dan sejumlah komponen pendukung yang dikemas dalam beberapa koli. Barang perlu dipisahkan berdasarkan tujuan, dicocokkan dengan daftar perangkat, serta dijadwalkan sesuai kesiapan lokasi dan tim instalasi.

Identitas setiap koli juga diperlukan agar unit utama dan perlengkapannya tidak tertukar selama proses penyimpanan, pengelompokan, maupun pengiriman. Hal ini semakin penting ketika perangkat dikirim menuju beberapa alamat atau proyek dengan jadwal pemasangan yang berbeda.

Perangkat Charging Memerlukan Penanganan yang Sesuai

Perangkat charging tidak dapat diperlakukan secara seragam karena setiap produk dapat memiliki ukuran, berat, nilai, kemasan, dan tingkat kerentanan yang berbeda. Sebelum pengiriman, beberapa informasi perlu diperiksa:

  • jenis dan jumlah perangkat;
  • jumlah koli;
  • berat serta dimensi;
  • kondisi dan bentuk kemasan;
  • daftar komponen pendukung;
  • alamat lokasi pemasangan;
  • jadwal kesiapan barang dan penerima.

Kebutuhan packing juga perlu ditentukan berdasarkan kondisi barang. Tidak semua charger otomatis membutuhkan packing kayu, tetapi kemasan bawaan tetap harus diperiksa untuk memastikan perlindungannya sesuai dengan metode handling, moda, dan rute pengiriman.

Perkembangan EV Membutuhkan Ekosistem yang Bergerak Bersama

GIIAS 2026 memperlihatkan bahwa perkembangan elektrifikasi tidak hanya berlangsung pada kendaraan. Industri pendukung juga memiliki peran agar teknologi tersebut dapat digunakan secara nyata setelah mobil meninggalkan area pameran.

Kendaraan, sumber energi, perangkat charging, instalasi, perawatan, dan distribusi perangkat perlu bergerak bersama. Kesiapan setiap bagian akan membantu memastikan kendaraan listrik dapat digunakan sesuai kebutuhan di berbagai lokasi.

Dalam konteks distribusi perangkat pendukung kendaraan listrik, pengiriman perlu disesuaikan dengan jenis barang, kemasan, jumlah koli, rute, dan lokasi pemasangan. Papandayan Cargo melayani distribusi barang skala cargo melalui jalur darat, laut, dan udara, dengan penerimaan perangkat tetap melalui pemeriksaan karakter barang serta kesiapan rutenya.

Informasi mengenai jenis perangkat, kemasan, jumlah koli, dan rute tujuan dapat dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum jadwal pengiriman ditentukan.

Berita dan Artikel Terbaru

Butuh Solusi Pengiriman yang Tepat?

Tim kami siap membantu Anda menentukan metode pengiriman terbaik sesuai jenis barang, rute, dan kebutuhan bisnis Anda.