Papandayan Cargo – Dalam dunia distribusi dan logistik, pertanyaan mengenai kapasitas kontainer bukan sekadar rasa ingin tahu teknis. Banyak pelaku usaha, terutama yang mengirim barang dalam jumlah besar, perlu memahami dengan jelas: satu kontainer itu sebenarnya bisa memuat berapa ton?
Pertanyaan ini menjadi penting karena kapasitas kontainer berkaitan langsung dengan efisiensi biaya, keamanan barang, serta kelancaran operasional. Kesalahan dalam menghitung muatan dapat menyebabkan overloading, pelanggaran regulasi, hingga potensi kerusakan barang selama perjalanan. Oleh karena itu, memahami kapasitas kontainer harus dilihat secara komprehensif—tidak hanya dari sisi ukuran, tetapi juga dari sisi tonase dan volume.
Untuk menjawabnya secara tepat, mari kita mulai dari dasar perhitungannya.
Daftar Isi
ToggleDasar Perhitungan Kapasitas Kontainer
Secara umum, kapasitas kontainer ditentukan oleh dua faktor utama: berat (tonase) dan volume (CBM). Keduanya harus dihitung secara bersamaan karena saling memengaruhi.
Beberapa istilah penting dalam perhitungan kapasitas antara lain:
- Tare Weight: berat kosong kontainer tanpa muatan.
- Max Gross Weight: berat maksimal kontainer termasuk muatan.
- Payload: kapasitas maksimal barang yang dapat dimuat (Max Gross dikurangi Tare).
- CBM (Cubic Meter): kapasitas ruang dalam kontainer berdasarkan volume.
Dalam praktiknya, satu kontainer bisa mencapai batas tonase sebelum ruangnya penuh, terutama jika barang yang dikirim memiliki densitas tinggi seperti mesin atau material konstruksi. Sebaliknya, untuk barang berukuran besar namun ringan, ruang akan penuh lebih dahulu sebelum batas berat tercapai.
Karena itu, ketika membahas satu kontainer berapa ton, jawabannya selalu bergantung pada jenis kontainer yang digunakan.
Baca Juga:
Apa Itu Kapal Evergreen? Memahami Perannya dalam Industri Pelayaran Kontainer Global
Jasa Logistik Jakarta ke Samarinda untuk Persiapan Lebaran
Jasa Kirim Produk FMCG Jakarta Lampung Terjangkau
Kapasitas Tonase Berdasarkan Jenis Kontainer
Berikut adalah penjelasan detail mengenai kapasitas muatan masing-masing tipe kontainer yang umum digunakan dalam pengiriman logistik.
Kontainer 10 Feet
Ukuran: 2,99 m × 2,44 m × 2,59 m
- Tare Weight: ± 1.200 kg
- Max Gross Weight: ± 11.300 kg
- Payload: ± 10.100 kg (sekitar 10 ton)
- Volume: ± 16 CBM
Jika ditanya satu kontainer 10 feet berapa ton, jawabannya sekitar 10 ton. Tipe ini biasanya digunakan untuk pengiriman dengan volume terbatas atau kebutuhan distribusi dalam skala kecil.
Kontainer 20 Feet
Ukuran: 6,06 m × 2,44 m × 2,59 m
- Tare Weight: ± 2.180 kg
- Max Gross Weight: ± 30.480 kg
- Payload: ± 28.300 kg (sekitar 28 ton)
- Volume: ± 33,2 CBM
Kontainer 20 feet adalah tipe yang paling umum digunakan. Dengan kapasitas mendekati 28 ton, tipe ini sangat ideal untuk barang padat seperti mesin industri, bahan bangunan, alat berat skala menengah, atau produk manufaktur dengan densitas tinggi.
Dari sisi efisiensi, kontainer 20 feet sering menjadi pilihan optimal untuk pengiriman berat karena tonasenya dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa kelebihan ruang yang tidak terpakai.
Kontainer 40 Feet
Ukuran: 12,19 m × 2,44 m × 2,59 m
- Tare Weight: ± 3.620 kg
- Max Gross Weight: ± 30.480 kg
- Payload: ± 26.860 kg (sekitar 26–27 ton)
- Volume: ± 67,6 CBM
Menariknya, meskipun lebih panjang, satu kontainer 40 feet biasanya hanya memuat sekitar 26–27 ton. Hal ini disebabkan oleh bobot kosongnya yang lebih besar dibanding 20 feet.
Namun keunggulan utama tipe ini terletak pada volumenya yang hampir dua kali lipat, sehingga cocok untuk barang berukuran besar seperti furnitur, panel, atau produk industri dengan kepadatan sedang.
Kontainer 40 Feet High Cube
Ukuran: 12,19 m × 2,44 m × 2,89 m
- Tare Weight: ± 3.940 kg
- Max Gross Weight: ± 32.500 kg
- Payload: ± 28.560 kg (sekitar 28 ton)
- Volume: ± 76,3 CBM
Satu kontainer 40 feet High Cube dapat memuat sekitar 28 ton. Tambahan tinggi sekitar 30 cm dibanding tipe standar memberikan fleksibilitas lebih dalam penyusunan barang, terutama untuk produk dengan dimensi vertikal lebih besar.
Tipe ini sering dipilih untuk kebutuhan industri dan proyek yang memerlukan kombinasi ruang dan tonase yang seimbang.
Kontainer 45 Feet
Ukuran: 13,72 m × 2,44 m × 2,59 m
- Tare Weight: ± 4.800 kg
- Max Gross Weight: ± 32.500 kg
- Payload: ± 27.700 kg (sekitar 27 ton)
- Volume: ± 86 CBM
Dengan volume terbesar di antara tipe standar, kontainer 45 feet mampu memuat sekitar 27 ton. Biasanya digunakan untuk distribusi massal atau proyek berskala besar yang membutuhkan kapasitas ruang maksimal.
Faktor Regulasi dan Operasional
Meskipun secara teknis satu kontainer 20 feet dapat memuat sekitar 28 ton, dalam praktiknya tetap harus mempertimbangkan regulasi muatan jalan raya dan standar keselamatan pelayaran. Distribusi berat di dalam kontainer juga harus seimbang untuk menjaga stabilitas selama perjalanan.
Untuk pengiriman berbasis armada darat dengan kontrol tonase yang presisi, layanan ekspedisi darat dapat membantu memastikan muatan sesuai standar keselamatan dan regulasi operasional.
Sementara itu, bagi Anda yang mengirim barang dari Jawa menuju Indonesia Timur, rute seperti Surabaya ke Kendari dirancang untuk mendukung distribusi industri maupun proyek dengan perhitungan muatan yang terukur.
Baca Juga:
Jasa Ekspedisi Tangerang ke Batam untuk Pengiriman Lebaran
10 Perusahaan Pelayaran Terbaik di Indonesia selama 2025
Jasa Kirim Motor Antar Pulau Aman dan Terpercaya 2025
Kesimpulan
Memahami kapasitas kontainer bukan hanya soal mengetahui angka tonase maksimal, tetapi tentang bagaimana menyesuaikan pilihan kontainer dengan karakter barang dan rute distribusi. Setiap jenis memiliki keunggulan dan batasannya masing-masing, sehingga keputusan yang tepat akan berdampak langsung pada efisiensi operasional.
Dalam konteks bisnis, perencanaan muatan yang akurat adalah bagian dari strategi logistik yang matang. Dengan pendekatan yang terukur, distribusi dapat berjalan lebih aman, efisien, dan selaras dengan kebutuhan pertumbuhan usaha.
FAQ Seputar Kapasitas Kontainer
1. Apakah kapasitas tonase selalu bisa dimaksimalkan?
Secara teknis bisa, namun tetap harus mengikuti regulasi dan standar keselamatan operasional.
2. Mengapa 40 feet tidak jauh lebih berat kapasitasnya dibanding 20 feet?
Karena berat kosongnya lebih besar sehingga payload efektifnya sedikit berkurang.
3. Apa yang lebih menentukan, tonase atau volume?
Keduanya penting dan harus dihitung bersamaan sesuai karakter barang.
4. Apakah batas tonase berbeda antara darat dan laut?
Ya, regulasi transportasi darat dan kebijakan pelayaran memiliki standar masing-masing.
5. Bagaimana memastikan perhitungan muatan akurat?
Dengan menghitung berat aktual barang, volume (CBM), serta mempertimbangkan batas operasional armada.
Kirim Barang dari Jakarta ke Seluruh Indonesia
Sebagai pusat distribusi nasional, Jakarta menjadi titik awal berbagai pengiriman kontainer ke seluruh Indonesia. Dengan perhitungan tonase dan volume yang tepat, pengiriman dari Jakarta dapat dirancang lebih efisien dan aman untuk mendukung kebutuhan proyek, manufaktur, maupun distribusi rutin skala besar.
Kirim Barang dari Surabaya ke Seluruh Indonesia
Surabaya memiliki peran strategis sebagai hub logistik menuju kawasan timur Indonesia. Dengan pemilihan kontainer yang sesuai dan perencanaan muatan yang presisi, pengiriman dari Surabaya dapat berjalan optimal untuk memenuhi kebutuhan distribusi lintas pulau dan proyek industri.
Last Updated on 16/02/2026 by Rachmat Razi