
Daftar Isi
ToggleCara Menghitung Metode Average
Metode “Average” merupakan salah satu metode yang diterapkan dalam pengelolaan stok barang. Sesuai dengan namanya, metode Average menganggap semua barang sama, jadi tidak perlu indikator tertentu untuk mengeluarkan barang. Metode Average ini juga menghitung harga pokok penjualan (HPP) secara rata-rata. Seperti yang telah dijelaskan di artikel-artikel sebelumnya, semua metode pengelolaan stok barang memiliki kelebihan dan cara menghitungnya masing-masing. Berikut akan dijelaskan tentang kelebihan dan cara menghitung metode Average:
Kelebihan Metode Average
Sederhana dan Mudah Diterapkan
Metode average memiliki kalkulasi yang mudah dihitung dan tidak memerlukan pencatatan detail setiap barang datang. Metode Average sangat sesuai untuk usaha yang homogen atau memiliki barang yang serupa. Misalnya: minyak atau gandum.
Fluktuasi Harga Lebih Stabil
Berbeda dengan FIFO dan LIFO yang terpengaruh dengan harga yang fluktuatif, metode Average cenderung lebih stabil. Hal ini karena harga pokok penjualan (HPP) dihitung berdasarkan rata-rata, jadi harga barang akan lebih stabil.
Lebih Konsisten di Laporan Keuangan
Harga barang yang dihasilkan dari metode Average akan lebih stabil. Hal ini pun akan mengakibatkan laporan keuangan yang konsisten dan tidak fluktuatif. Oleh karena itu, laporan keuangan menjadi lebih mudah terbaca.
Mengurangi Risiko Manipulasi Laba
Metode Average sangat bisa mengurangi potensi manipulasi laba. Metode FIFO atau LIFO dapat dimanfaatkan untuk manipulasi laba. Contohnya: perusahaan A dengan sengaja menggunakan FIFO di tengah inflasi agar laba besar terlihat di laporan keuangan. Di lain sisi, Perusahaan B memilih metode LIFO supaya terlihat rugi di laporan keuangan untuk menghindari pajak besar. Dalam metode Average, hal ini tidak akan bisa terjadi.
Cara Hitung Metode Average
Seperti FIFO dan LIFO, metode Average juga memiliki kalkulasi untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Berikut merupakan cara menghitung metode Average melalui sebuah contoh:
Sebuah perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Perusahaan ini menerapkan metode Average untuk menjual produknya. Pada tanggal 7–12 April terdapat data jual-beli pada perusahaan tersebut. Data transaksi akan dijelaskan pada tabel berikut.
| Tanggal | Jenis Transaksi | Unit | Harga per unit | Total Harga |
| 7 April | Beli | 40 | Rp 22.000 | Rp 880.000 |
| 12 April | Beli | 60 | Rp 24.000 | Rp 1.440.000 |
Maka harga per unit yang dapat dihitung:
Modal pembelian : Jumlah Unit = 2.320.000 : 100 = 23.200
Maka harga per unit produk tersebut adalah Rp 23.200
Satu minggu kemudian semua barang terjual habis dengan harga per unit dijual seharga Rp 26.000. Maka perhitungan laba dinyatakan sebagai berikut:
Laba = Hasil Penjualan – Modal Pembelian = (100 x 26.000) – 2.320.000 =
2.600.000 – 2.320.000 = 280.000
Maka laba yang dihasilkan perusahaan tersebut adalah Rp 280.000
Sekian pembahasan dari artikel ini. Semoga bermanfaat buat kamu ya!
Last Updated on 08/01/2026 by Rachmat Razi