Papandayan Cargo – Jenis truk berdasarkan konfigurasi sumbu roda dibedakan dari jumlah dan susunan sumbu atau gandar yang menopang kendaraan. Konfigurasi tersebut memengaruhi bagaimana beban didistribusikan pada kendaraan dan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan truk untuk kebutuhan pengangkutan barang.
Namun, jumlah sumbu bukan satu-satunya penentu kapasitas angkut. Spesifikasi kendaraan, berat dan dimensi muatan, jenis karoseri, serta ketentuan beban yang berlaku tetap perlu diperhitungkan.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Konfigurasi Sumbu Roda?
Sumbu atau gandar merupakan bagian kendaraan tempat roda terpasang dan beban kendaraan diteruskan ke permukaan jalan. Karena itu, konfigurasi sumbu dihitung berdasarkan posisi sumbu pada kendaraan, bukan hanya dari banyaknya ban yang terlihat.
Satu sumbu dapat menggunakan dua maupun beberapa ban, tergantung konfigurasi kendaraan. Inilah sebabnya dua truk dengan jumlah sumbu yang sama belum tentu memiliki jumlah roda, dimensi, maupun kemampuan angkut yang sama.
Selain jumlah sumbu, kendaraan niaga juga dibedakan dari bentuk bak, dimensi, dan kemampuan angkutnya. Perbedaan tersebut membuat setiap jenis truk dan kapasitasnya memiliki fungsi yang berbeda dalam kebutuhan pengiriman barang.
Jenis Truk Berdasarkan Konfigurasi Sumbu Roda
Dalam kegiatan angkutan barang, beberapa konfigurasi sumbu yang umum dijumpai antara lain dua sumbu, tiga sumbu, empat sumbu, hingga kombinasi multi-sumbu pada tractor dan trailer.
1. Truk Sumbu 2
Truk dua sumbu memiliki satu sumbu di bagian depan dan satu sumbu di bagian belakang. Konfigurasi seperti ini umum ditemukan pada kendaraan niaga kelas ringan hingga menengah.
Perbedaan jumlah roda pada sumbu belakang membuat kendaraan dua sumbu tetap dapat memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, kebutuhan muatan tidak cukup ditentukan hanya dengan melihat bahwa kendaraan tersebut memiliki dua sumbu.
2. Truk Sumbu 3
Truk tiga sumbu memiliki tiga titik sumbu yang menopang kendaraan. Salah satu konfigurasi yang umum digunakan pada angkutan barang adalah satu sumbu depan dan dua sumbu belakang seperti pada truk tronton.
Selain tronton, terdapat pula konfigurasi tiga sumbu lainnya dengan susunan roda yang berbeda. Perbedaan tersebut berpengaruh pada distribusi beban dan karakter penggunaan kendaraan.
Pada kelompok truk tiga sumbu, konfigurasi kendaraan dapat berbeda sesuai desain chassis dan kebutuhan angkutnya. Beberapa contoh kendaraan sumbu 3 antara lain digunakan untuk kebutuhan distribusi dengan kapasitas yang lebih besar.
3. Truk Sumbu 4
Kendaraan empat sumbu memiliki empat titik sumbu yang membagi beban kendaraan. Dalam penggunaan sehari-hari di industri angkutan, salah satu istilah yang sering dijumpai untuk konfigurasi tertentu adalah truk trinton.
Kendaraan dengan konfigurasi ini umumnya digunakan ketika kebutuhan pengangkutan sudah lebih besar. Meski demikian, kemampuan angkut aktual tetap bergantung pada spesifikasi kendaraan dan ketentuan penggunaannya.
4. Trailer dengan Multi-Sumbu
Pada tractor head dan semi-trailer, sumbu tersebar pada unit penarik dan unit trailer. Jumlah keseluruhannya dapat lebih banyak dibandingkan truk rigid karena beban perlu dibagi pada beberapa titik.
Konfigurasi multi-sumbu banyak digunakan untuk kebutuhan muatan besar, berat, atau berdimensi khusus. Pemilihan trailer tetap perlu disesuaikan dengan karakter muatan, dimensi, berat, rute perjalanan, dan akses lokasi.
Jumlah Sumbu Berbeda dengan Jenis Karoseri Truk
Konfigurasi sumbu dan bentuk karoseri merupakan dua hal yang berbeda.
Istilah seperti tronton atau trinton berkaitan dengan konfigurasi kendaraan dan sumbunya. Sementara itu, wingbox, box, bak terbuka, maupun dump merupakan bentuk atau fungsi badan kendaraan.
Wingbox sendiri merupakan jenis karoseri yang dapat digunakan pada chassis dengan konfigurasi sumbu berbeda. Bukaan sampingnya yang lebar membuat truk wingbox memiliki karakter penggunaan tersendiri dalam proses bongkar muat dan pengangkutan barang.
Kenapa Konfigurasi Sumbu Penting dalam Pengiriman?
Konfigurasi sumbu membantu menentukan bagaimana beban kendaraan didistribusikan. Semakin besar dan berat kebutuhan muatan, pemilihan kendaraan perlu semakin memperhatikan konfigurasi chassis, jumlah sumbu, dimensi ruang muat, serta kemampuan kendaraan.
Konfigurasi kendaraan juga berkaitan dengan kondisi operasional di lapangan. Akses menuju lokasi pickup dan tujuan, karakter jalan, kebutuhan bongkar muat, serta dimensi barang dapat membuat satu jenis kendaraan lebih sesuai dibandingkan kendaraan lainnya.
Karena itu, memilih truk bukan sekadar mencari kendaraan dengan jumlah sumbu paling banyak, tetapi mencari konfigurasi yang sesuai dengan karakter pengiriman.
Memilih Truk Tidak Cukup dari Jumlah Sumbu
Sebelum menentukan kendaraan untuk pengiriman barang, data muatan perlu dilihat secara menyeluruh. Jenis barang, jumlah koli, berat aktual, dimensi, bentuk kemasan, lokasi pickup, tujuan, dan akses kendaraan sama-sama memengaruhi pilihan armada.
Dalam proses operasional Papandayan Cargo, kebutuhan pengiriman diperiksa dari asal dan tujuan, jenis barang, berat dan dimensi, jumlah koli, hingga kebutuhan handling sebelum layanan ditentukan. Pemeriksaan ini menjadi dasar untuk menyesuaikan kendaraan dan skema pengiriman dengan karakter muatan yang akan dikirim.
Pada pengiriman skala cargo, pemeriksaan tersebut membantu menentukan apakah barang lebih sesuai dikonsolidasikan bersama kiriman lain atau menggunakan kendaraan khusus.
Untuk kebutuhan pengiriman melalui jalur darat, pilihan armada dapat disesuaikan setelah karakter barang dan rutenya diperiksa melalui layanan ekspedisi darat Papandayan Cargo
Kesimpulan
Konfigurasi sumbu roda membantu membedakan karakter kendaraan angkut, mulai dari truk dua sumbu hingga trailer multi-sumbu. Semakin besar kebutuhan pengiriman, pembagian beban melalui konfigurasi sumbu menjadi semakin penting.
Namun, jumlah sumbu tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya patokan dalam memilih truk. Berat, dimensi, jenis barang, karoseri, rute, dan akses lokasi tetap perlu diperiksa agar kendaraan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan pengiriman..
FAQ
Tidak selalu. Jumlah sumbu membantu pembagian beban, tetapi kapasitas aktual tetap bergantung pada spesifikasi kendaraan dan ketentuan beban yang berlaku.
Truk tronton umumnya menggunakan tiga sumbu, dengan satu sumbu di depan dan dua sumbu di belakang.
Tidak. Wingbox merupakan jenis karoseri atau badan truk. Wingbox dapat menggunakan chassis dengan konfigurasi sumbu yang berbeda sesuai kebutuhan.
Jumlah roda menghitung seluruh ban yang digunakan kendaraan, sedangkan jumlah sumbu menghitung titik gandar tempat roda terpasang. Satu sumbu dapat menggunakan lebih dari dua ban.






