Daftar Isi
TogglePerbedaan Metode FIFO dan FEFO dalam Manajemen Persediaan Barang
Dalam dunia logistik, manajemen stok barang merupakan hal yang sangat vital. Manajemen stok barang tersebut memiliki metode tersendiri. Metode yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mengelola barang. Dua diantaranya adalah metode FIFO dan FEFO. Kedua metode ini memiliki perbedaan dan kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang perbedaan metode FIFO dan FEFO dalam manajemen stok barang. Berikut merupakan penjelasannya:
Metode FIFO
Metode FIFO merupakan salah satu metode dari manajemen stok barang yang sering digunakan oleh para pelaku usaha. FIFO merupakan singkatan dari First in, First Out yang berarti “pertama masuk, pertama keluar”. Hal ini diartikan sebagai barang yang pertama masuk merupakan barang pertama juga yang akan keluar/dijual. Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang menjual barang yang memiliki masa kadaluarsa, seperti perusahaan farmasi.
Metode FEFO
Penerapan metode FEFO sebenarnya tidak jauh beda dengan metode FIFO. Keduanya sama-sama memiliki fokus untuk memaksimalkan penjualan barang yang memiliki masa kadaluarsa. FEFO merupakan singkatan dari First Expired, First Out, yang berarti “pertama kadaluarsa, pertama keluar”. Hal tersebut memiliki arti perusahaan akan mengedepankan barang dengan masa kadaluarsa terdekat untuk dijual terlebih dahulu. Sama seperti FIFO, metode FEFO juga cocok untuk menjual barang yang memiliki masa kadaluarsa tidak panjang. Contoh perusahaannya adalah perusahaan FMCG, seperti makanan dan minuman kemasan.
Perbedaan Metode FIFO dan FEFO
Acuan Pengeluaran Barang
Perbedaan pertama bisa dilihat dari dasar untuk mengeluarkan stok. Metode FIFO mengeluarkan stok untuk dijual diurutkan berdasarkan tanggal masuk. Sedangkan metode FEFO mengurutkan pengelolaan stok berdasarkan masa kadaluarsa produk.
Tujuan Utama
Hal yang kedua menjadi perbedaan adalah dari tujuan utama diterapkannya kedua metode tersebut. Metode FIFO memiliki tujuan utama untuk mencegah penumpukan stok dan memperlancar perputaran stok. Di lain sisi, tujuan dari metode FEFO adalah menghindari barang kadaluarsa sehingga tidak mengalami tambahan kerugian.
Kerumitan
Perbedaan selanjutnya dapat dinilai dari segi kompleksitas pelaksanaannya. Metode FIFO tidak terlalu rumit sehingga mudah dipahami oleh kebanyakan orang. FEFO lebih kompleks karena harus mengecek dan mendata barang lebih teliti. Hal ini memerlukan pelatihan khusus untuk dapat memahami alur pengelolaan barangnya.
Nah, kamu sudah lebih paham kan tentang perbedaan metode FIFO dan FEFO. Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Last Updated on 08/01/2026 by Rachmat Razi

