Papandayan Cargo – Pengiriman kargo udara dikenal sebagai solusi logistik yang cepat dan mampu menjangkau berbagai wilayah. Namun, keunggulan tersebut datang bersama standar keselamatan yang sangat ketat. Setiap barang yang masuk ke dalam pesawat harus benar-benar dipastikan aman terhadap perubahan tekanan udara, suhu, serta kondisi ruang kargo yang tertutup selama penerbangan.
Dalam praktik ekspedisi udara, kesalahan dalam mengenali jenis barang dapat berdampak serius. Barang yang memiliki potensi mudah terbakar termasuk kategori berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan, sehingga perlu diidentifikasi sejak tahap awal perencanaan pengiriman. Papandayan Cargo melayani ekspedisi udara menggunakan pesawat kargo, sehingga pengirim perlu memastikan bahwa barang yang dikirim tidak termasuk dalam kategori mudah terbakar, baik secara sengaja maupun tidak disadari. Langkah ini penting agar proses pengiriman dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan ketentuan penerbangan yang berlaku.
Sebagai gambaran, berikut penjelasan mengenai jenis barang mudah terbakar yang perlu dicermati sebelum melakukan pengiriman melalui jalur udara, terutama pada rute antarpulau seperti ekspedisi Jakarta Palangkaraya yang memiliki karakteristik penanganan kargo tersendiri.
Daftar Isi
ToggleMemahami Klasifikasi Barang Mudah Terbakar dalam Pengiriman Udara
Tidak semua barang berbahaya terlihat mencolok. Dalam praktik pengiriman, banyak barang yang tampak aman dalam penggunaan sehari hari, namun justru masuk kategori berisiko tinggi ketika dikirim melalui pesawat. Oleh karena itu, memahami klasifikasi barang mudah terbakar menjadi langkah penting sebelum menentukan moda pengiriman.
Jenis Barang Mudah Terbakar
Kategori barang mudah terbakar dalam ekspedisi udara tidak terbatas pada barang yang terlihat berbahaya secara kasat mata. Banyak barang yang sehari-hari digunakan dalam aktivitas industri maupun rumah tangga ternyata masuk dalam klasifikasi berisiko tinggi ketika dikirim melalui pesawat. Berikut penjelasan jenis barang mudah terbakar yang perlu dipahami agar pengiriman dapat direncanakan dengan tepat sejak awal.
1. Semua Jenis Gas
Kategori ini mencakup flammable gas atau gas yang mudah terbakar, nonflammable gas atau gas yang tidak mudah terbakar, toxic gas atau gas beracun, serta nontoxic gas atau gas tanpa racun. Meskipun tidak semua gas bersifat mudah terbakar, seluruh jenis gas tetap berisiko tinggi dalam pengiriman udara karena berada dalam kondisi bertekanan.
Selain senjata api, barang berbentuk gas merupakan muatan yang dilarang dalam pesawat karena berpotensi menimbulkan ledakan hebat apabila terjadi kebocoran. Contohnya meliputi aerosol, tabung gas kecil, pestisida berbentuk gas, dan produk sejenis lainnya. Dalam ruang kargo pesawat, perubahan tekanan dapat memperbesar risiko kebakaran dan ledakan.
2. Cairan Mudah Terbakar
Cairan mudah terbakar adalah bahan cair yang dapat memicu percikan api dan mudah menyala ketika terkena panas atau sumber api. Termasuk dalam kategori ini adalah bahan bakar, oli, alkohol, serta berbagai jenis bahan kimia cair yang bersifat reaktif.
Secara teknis, cairan mudah terbakar atau flammable liquids merupakan cairan dengan titik nyala di bawah 60,5 derajat Celsius. Pada suhu tersebut, cairan dapat menghasilkan uap yang mudah terbakar dan berpotensi menyebar dengan cepat. Contoh cairan yang termasuk dalam kategori ini antara lain cat, alkohol, acetone, petroleum, varnish, dan methylated spirit. Bahaya utama dari cairan ini adalah uapnya yang dapat terbakar dan memicu kebakaran dalam ruang kargo pesawat.
3. Benda Padat Mudah Terbakar
Benda padat mudah terbakar adalah material yang dapat menyala akibat gesekan, panas ringan, atau percikan api. Bahan ini terlihat stabil dalam kondisi normal, namun dapat menjadi sangat berbahaya saat proses penanganan dan pemindahan barang.
Contoh benda padat mudah terbakar meliputi sulfur, pospor, picric acid, magnesium, aluminium powder, calcium resinate, celluloid, dinitrophenol, dan hexamine. Dalam aktivitas kargo udara, gesekan antar barang atau alat bantu angkut tidak dapat dihindari sepenuhnya, sehingga risiko penyalaan menjadi lebih tinggi.

4. Bahan yang Mudah Terbakar Secara Spontan
Jenis barang ini memiliki kemampuan untuk terbakar sendiri tanpa pemicu eksternal yang jelas. Dalam kondisi tertentu, seperti kontak dengan udara lembap atau perubahan suhu, material ini dapat menyala secara spontan.
Contoh bahan yang termasuk dalam kategori ini adalah carbon tertentu, charcoal non activated, carbon black, aluminium alkyls, dan phosphorus. Selain berisiko terbakar, beberapa bahan ini juga dapat menghasilkan gas beracun saat terjadi reaksi.
5. Bahan Berbahaya Ketika Basah
Kategori ini mencakup bahan padat yang dapat menghasilkan gas mudah terbakar ketika bersentuhan dengan air, kelembaban, atau asam. Reaksi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat menghasilkan gas beracun.
Contohnya antara lain calcium carbide, potassium phosphide, potassium, maneb, magnesium hydride, calcium manganese silicon, boron trifluoride dimethyl etherate, barium, dan aluminium hydride. Dalam pengiriman udara, risiko paparan kelembaban sulit dikontrol sepenuhnya, sehingga bahan ini termasuk muatan yang dilarang.
Baca Juga :
- Tips pengemasan untuk mengurangi risiko kerusakan pengiriman
- SOP pengiriman barang
- Supplier makanan kucing tangan pertama dan lebih murah
6. Aerosol Bertekanan
Produk aerosol mengandung gas pendorong yang berada dalam tekanan tinggi. Pada kondisi tertentu, kaleng aerosol dapat meledak atau bocor sehingga memicu api. Oleh karena itu, aerosol seperti cat semprot, pengharum, dan insektisida umumnya tidak diperbolehkan dalam ekspedisi udara.
7. Bahan Kimia Reaktif
Beberapa bahan kimia memiliki sifat reaktif yang dapat memicu panas, api, atau ledakan ketika terjadi perubahan suhu atau tekanan. Bahan kimia jenis ini sangat dibatasi dalam pengiriman udara karena sulit dikendalikan risikonya.
8. Baterai dengan Risiko Panas Berlebih
Baterai tertentu, terutama yang memiliki kapasitas besar, dapat mengalami panas berlebih dan memicu api apabila terjadi kerusakan fisik. Risiko ini membuat baterai menjadi salah satu sumber insiden dalam pengiriman kargo udara.
9. Produk Industri dengan Kandungan Mudah Terbakar
Beberapa produk industri tampak aman secara fisik, namun mengandung komponen mudah terbakar di dalamnya. Tanpa deklarasi yang jelas, barang semacam ini berpotensi ditolak saat proses pemeriksaan kargo.
10. Kombinasi Barang yang Memicu Reaksi
Penggabungan beberapa jenis barang dalam satu kemasan dapat memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas atau api. Oleh karena itu, isi kiriman harus dideklarasikan secara detail dan akurat sejak awal.
Menentukan Moda Pengiriman yang Tepat
Memahami karakteristik barang mudah terbakar membantu pengirim menentukan apakah pengiriman udara merupakan pilihan yang tepat atau perlu dialihkan ke moda lain, termasuk mempertimbangkan aspek handling khusus seperti cara kirim barang sensitif getaran. Perencanaan sejak awal akan menghindarkan pengirim dari penolakan kargo, keterlambatan distribusi, serta biaya tambahan yang tidak perlu.
Penutup
Pengiriman udara menuntut tingkat ketelitian yang tinggi, terutama dalam mengidentifikasi jenis dan sifat barang yang dikirim. Barang mudah terbakar merupakan salah satu kategori dengan pengawasan paling ketat dalam dunia penerbangan. Dengan memahami klasifikasi dan risikonya, pengirim dapat merencanakan pengiriman secara lebih bertanggung jawab, aman, dan sesuai regulasi, sehingga rantai distribusi dapat berjalan tanpa hambatan.
Kesimpulan
Memahami karakteristik barang mudah terbakar merupakan bagian penting dari perencanaan pengiriman udara yang aman. Regulasi penerbangan dibuat bukan untuk mempersulit pengirim, melainkan untuk memastikan keselamatan seluruh sistem transportasi udara. Dengan mengenali jenis barang yang dilarang dan dibatasi, pengirim dapat menentukan moda pengiriman yang paling sesuai sejak awal dan menghindari risiko operasional yang tidak perlu.
FAQ
Sebagian besar barang mudah terbakar tidak diperbolehkan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan.
Ya, beberapa barang umum tetap dapat diklasifikasikan berisiko ketika berada dalam kondisi pengiriman udara.
Deklarasi barang wajib dilakukan agar klasifikasi dan moda pengiriman dapat ditentukan secara tepat.
Dalam banyak kasus, barang mudah terbakar lebih aman dikirim melalui jalur darat atau laut dibandingkan udara.
Ya, aturan keselamatan penerbangan berlaku sama untuk pengiriman personal maupun komersial.
Kirim Barang dari Jakarta ke Seluruh Indonesia
Jakarta merupakan pusat distribusi utama dengan volume pengiriman yang sangat tinggi ke berbagai wilayah Indonesia. Dalam pengiriman dari Jakarta, terutama melalui jalur udara, identifikasi jenis barang menjadi langkah krusial sejak awal. Barang yang memiliki potensi mudah terbakar perlu diklasifikasikan dengan benar agar dapat ditentukan moda pengiriman yang paling aman dan sesuai regulasi, sehingga proses distribusi tetap berjalan lancar tanpa penolakan.
Kirim Barang dari Surabaya ke Seluruh Indonesia
Sebagai salah satu hub logistik terbesar di Indonesia, Surabaya melayani pengiriman barang ke berbagai provinsi, khususnya wilayah timur. Pengiriman dari Surabaya melalui ekspedisi udara menuntut ketelitian tinggi dalam pengecekan isi barang. Pemahaman terhadap batasan barang mudah terbakar membantu pengirim memilih jalur pengiriman yang tepat dan menghindari risiko keterlambatan maupun kendala operasional.
Last Updated on 07/01/2026 by Rachmat Razi