Di tengah viralnya bisnis F&B, sektor minuman justru muncul sebagai pendorong utama ekonomi konsumsi urban. Mulai dari kopi susu hingga minuman berbasis teh premium, pola konsumsi masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa beverage culture kini telah menjadi identitas generasi muda.
Oleh sebab itu, tidak heran apabila franchise minuman Indonesia kian bermunculan di berbagai kota besar, bukan hanya menjual rasa, tetapi juga cerita, kemasan visual, dan pengalaman sosial. Bahkan, di beberapa video Tiktok, membeli minuman (Kopi) menjadi penilaian kelas sosial di masyarakat.
Ini menandakan bahwa mengkonsumsi minuman bukan lagi sekedar menikmati saja, melainkan sudah menjadi gaya hidup seseorang.
Daftar Isi
ToggleLedakan Pasar Minuman di Indonesia
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemenperin menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman masih menjadi penopang utama pertumbuhan PDB nonmigas, dengan kontribusi lebih dari 38% pada 2024.
Di dalamnya, terdapat segmen minuman siap saji dan kafe modern tumbuh paling pesat terutama yang menyasar konsumen Gen Z dan milenial.
Selain itu, menurut laporan dari GoodStats (2024), penjualan minuman modern berbasis kopi, teh, dan susu naik 18% YoY, didorong oleh tren digitalisasi dan meningkatnya daya beli masyarakat urban. Bahkan, nilai pasar minuman kekinian di Indonesia diperkirakan menembus Rp 170 triliun pada 2026, menjadikannya salah satu sektor dengan potensi ekspansi tertinggi di Asia Tenggara.

Sumber: Pixabay
Faktor Pendorong Utama Pertumbuhan
1. Visual Branding yang Kuat
Konsumen sekarang, sudah tidak lagi hanya membeli rasa, tapi juga identitas visual dan pengalaman. Desain kemasan, tone warna, dan estetika logo kini menjadi bagian dari storytelling merek. Tren ini juga dibahas dalam artikel Bisnis F&B Terus Meningkat, Premium Taste dan Visual Experience Jadi Tren Baru, di mana visual kini menjadi strategi pemasaran utama.
2. Perilaku Konsumen Gen Z yang Unik
Gen Z dikenal sebagai kelompok yang kaya dengan inovasi dan visual. Mereka cenderung memilih merek dengan kemasan menarik dan nilai sosial (seperti eco-friendly packaging).
Lonjakan Franchise Minuman Lokal
Brand seperti Kopi Tuku, Kopi Kenangan, Es Teh Indonesia, Haus!, dan Janji Jiwa memperlihatkan bahwa model bisnis franchise masih jadi strategi ekspansi paling efektif untuk memperluas pasar F&B Indonesia.
3. Digitalisasi & Inovasi Rasa Lokal
Aplikasi seperti Gojek, Shopee, dan promosi melalui media sosial mempercepat siklus pertumbuhan brand baru. Sementara inovasi rasa berbasis lokal, seperti gula aren, pandan, hingga rempah memperkuat daya saing produk dalam negeri.
Efek Domino ke Industri Lain
Dengan adanya tren minuman dan tren F&B yang kian meningkat, hal ini akan berdampak positif terhadap berbagai sektor, khususnya industri logistik.
Produk minuman berbasis susu dan kopi memerlukan rantai pasok berpendingin agar kualitas tetap terjaga. Banyak pelaku franchise kini menggandeng mitra logistik seperti Papandayan Cargo, yang memiliki pengalaman dalam mendukung pengiriman produk F&B dan kemasan dalam skala nasional.
Lalu, pada tahun 2026 akan menjadi era di mana minuman kekinian bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan motor ekonomi baru yang menopang pertumbuhan industri F&B nasional.
Dari visual branding hingga sistem distribusi, sektor minuman telah mengubah cara masyarakat memandang bisnis kuliner: lebih cepat, kreatif, dan berkelanjutan.



