Papandayan Cargo – Lonjakan permintaan di sektor farmasi pada musim puncak menuntut kendali suhu, akurasi barang, dan ketepatan waktu yang jauh lebih ketat dibanding industri lain. Setiap proses di gudang dan distribusi harus bergerak cepat namun tetap mematuhi standar keamanan obat.
Daftar Isi
ToggleTantangan Utama Logistik Farmasi Saat Peak Season
Peak season memaksa seluruh alur farmasi bekerja dalam ritme tinggi dengan tekanan waktu dan stabilitas suhu yang ketat.
Di lapangan, volume order biasanya naik 30 sampai 70 persen. SKU seperti vitamin botol kaca, obat cair, vial sensitif cahaya, serta produk cold chain menjadi sumber bottleneck jika tidak dipisah sejak awal. Staging inbound akan lebih cepat penuh sehingga cold chain berisiko terpapar suhu ruang lebih dari batas aman. Antrean loading meningkat karena banyak distributor menerapkan cutoff ketat dan tidak menerima keterlambatan sekecil apa pun.
Kesalahan yang umum terjadi mencakup:
• pallet cold chain dibiarkan lebih dari sepuluh menit di area terbuka
• batch atau expiry salah scan saat outbound
• bottleneck picking high runner
• dokumen COA tertukar antar batch
Kebutuhan Infrastruktur dan Penanganan Cold Chain
Cold chain adalah titik paling kritis ketika permintaan melonjak. Stabilitas suhu tidak boleh turun sedikit pun selama perpindahan.
Produk dua hingga delapan derajat membutuhkan jalur pemindahan cepat, staging area yang disiapkan pada 16 sampai 20 derajat, serta insulated box dengan gel pack yang benar benar stabil. Pada siang hari, suhu gudang sering naik sehingga perlu gel pack tambahan. Pre cooling kendaraan wajib dilakukan setidaknya tiga puluh menit sebelum loading.
Checklist cold chain harian:
• insulated box harus dicek suhu internal sebelum digunakan
• gel pack ditempatkan dengan pemisah agar tidak kontak langsung dengan produk
• insulated box tetap tertutup rapat selama menunggu muat
• cycle time perpindahan maksimal 5–15 menit
• pisahkan cold chain dari dry goods minimal tiga meter
Distribusi dari Jakarta menuju berbagai daerah biasanya memanfaatkan rute asal melalui penyedia yang terbiasa menangani cold chain, seperti layanan ekspedisi Jakarta.
Pengelolaan Waktu dan Cutoff Distributor
Distributor farmasi tidak memberikan toleransi terhadap keterlambatan. Cutoff merupakan waktu final yang harus dipenuhi.
Untuk menjaga ketertiban alur, parameter waktu harus diperketat:
• picking 3 sampai 6 menit per SKU
• akurasi picking minimal 99,5 persen
• buffer time sebelum cutoff
• double check batch dan expiry
• prioritas alur untuk produk critical care
Pengaturan waktu yang selaras dengan prinsip lead time operasional dapat dilihat pada referensi lead time.
Safety, Kepatuhan, dan Dokumentasi
Dokumen farmasi adalah elemen sensitif yang harus diurus dengan ketelitian tinggi pada volume besar.
Praktik yang terbukti efektif di lapangan:
• satu dokument controller untuk setiap 50–70 order
• COA dipisahkan berdasarkan batch sejak inbound
• verifikasi ulang dokumen dilakukan tepat sebelum loading
• foto bukti kondisi box dilakukan untuk audit
Kesalahan dalam dokumen bisa menahan kendaraan hingga satu sampai tiga jam di gerbang distributor.
Penataan Gudang dan Pergerakan Barang
Flow gudang harus dibuat lancar karena produk farmasi tidak boleh berada di lantai terlalu lama.
Penataan yang efektif untuk peak season meliputi:
• high runner ditempatkan dekat pintu outbound
• cold chain dan dry goods dipisahkan minimal tiga meter
• jalur forklift dan jalur operator manual dipisah
• staging inbound diberi batas fisik
• tekanan tumpuk pallet dijaga ringan untuk mencegah kerusakan botol kaca
Pengemasan dan Proteksi Produk Sensitif
Musim hujan mempengaruhi kelembapan yang sering membuat karton mengembang. Produk cair dan vial butuh proteksi tambahan.
Checklist proteksi produk:
• drying time 10–15 menit jika karton lembap
• bubble wrap untuk botol kaca dan obat cair
• corner protector untuk kotak berisi IV bag
• shrink wrap dilakukan hanya pada karton kering
• pembatas karton untuk mencegah getaran yang merusak seal
Kesiapan Armada dan Rute Distribusi
Armada harus disiapkan lebih awal dibanding hari normal karena antrean loading meningkat signifikan.
Parameter operasional yang umumnya dipakai:
• kendaraan standby dua jam sebelum cutoff
• idle time loading maksimal 20–25 menit
• rute prioritas mengikuti fasilitas kesehatan lalu distributor
• pre cooling kendaraan cold chain tiga puluh menit sebelum muat
Rute seperti Jabodetabek membutuhkan penyesuaian waktu lebih ketat karena banyak distributor memiliki window time terbatas.
Manajemen SDM Operasional dan Penambahan Shift
Peak season membutuhkan kombinasi operator berpengalaman dan daily worker, tetapi briefing wajib dilakukan sebelum bekerja.
Poin penting briefing harian:
• perbedaan handling serbuk, cairan, dan vial
• batas waktu aman barang cold chain berada di luar ruangan
• segregasi barang REACH dan non REACH
• batas angkat 15–20 kilogram
• quality checker minimal satu orang untuk setiap 200 order outbound
Monitoring, Tracking, dan Pelaporan
Audit farmasi menuntut kelengkapan data meskipun operasi sedang sibuk.
WMS wajib mendukung pembacaan batch, expiry, serta histori pergerakan barang. Suhu perjalanan cold chain harus direkam dan disimpan. Banyak brand meminta foto kondisi insulated box sebelum loading sebagai bukti kepatuhan. Tantangan umum adalah scanner lambat pada area bersuhu rendah sehingga diperlukan SOP fallback.
Kesiapan Mitra Logistik dan SLA Seasonality
Tidak semua penyedia logistik siap menangani lonjakan permintaan farmasi. SLA harus dijaga ketat karena waktu dan suhu tidak bisa dinegosiasi.
Mitra yang tepat biasanya memiliki:
• buffer armada saat peak
• tim dokumen yang cepat dan detail
• pemahaman cold chain yang sudah teruji
• disiplin waktu loading
• komunikasi otomatis antar shift dan driver
Distribusi dari kota besar seperti Jakarta atau Surabaya biasanya memanfaatkan penyedia dengan pengalaman kuat pada volume besar agar suplai tetap stabil.
Solusi Logistik yang Mampu Menjaga Stabilitas Farmasi Saat Peak Season
Peak season dalam industri farmasi membutuhkan penyedia logistik yang benar benar memahami karakter obat, mulai dari cold chain 2–8 derajat, handling botol kaca, hingga pengelolaan cutoff distributor yang ketat. Penyedia yang mampu menjaga suhu, akurasi batch, serta waktu loading pada periode tersibuk akan memastikan suplai obat ke rumah sakit, apotek, dan distributor tetap lancar tanpa gangguan. Dengan Papandayan Cargo mendukung kebutuhan distribusi berskala besar dengan kesiapan armada, kontrol operasional yang disiplin, dan jangkauan pengiriman luas untuk menjaga kestabilan farmasi di masa volume puncak.
Kesimpulan
Kebutuhan logistik farmasi saat peak season ditentukan oleh kontrol suhu, kecepatan picking, kesesuaian dokumen, dan kesiapan armada. Setiap bagian operasi harus menyesuaikan kapasitas agar suplai obat tidak terganggu meskipun permintaan sedang berada pada titik tertinggi.
FAQ
Fluktuasi suhu dan keterlambatan loading.
Maksimal sekitar sepuluh hingga lima belas menit.
Obat cair dan vial kaca karena rentan terhadap getaran dan perubahan suhu.
Ya, terutama saat volume naik di atas dua puluh persen.
Pisahkan COA per batch dan lakukan verifikasi ulang sebelum loading.
Kirim Barang dari Jakarta ke Seluruh Indonesia
Sekarang sangat mudah kirim barang dari Jakarta ke seluruh Indonesia, kamu bisa langsung menghubungi sales Papandayan Cargo untuk mendapatkan penawaran harga, informasi packing, dan estimasi pengiriman ke seluruh Indonesia.
Kirim Barang dari Surabaya ke Seluruh Indonesia
Sekarang sangat mudah kirim barang dari Surabaya ke seluruh Indonesia, kamu bisa langsung menghubungi sales Papandayan Cargo untuk mendapatkan penawaran harga, informasi packing, dan estimasi pengiriman ke seluruh Indonesia.
Last Updated on 02/12/2025 by Rachmat Razi

