Papandayan Cargo – Dalam pengiriman barang, ongkos kirim tidak selalu ditentukan dari berat timbangan. Barang dengan ukuran besar tetapi relatif ringan akan dihitung berdasarkan volume karena memakan ruang di armada pengangkut. Oleh karena itu, pengiriman darat, laut, dan udara memiliki metode perhitungan volume yang berbeda.
Daftar Isi
ToggleCara Mengukur Volume Barang
Pengukuran volume dilakukan setelah barang selesai dipacking. Panjang, lebar, dan tinggi diukur dari sisi terluar kemasan menggunakan satuan sentimeter. Jika barang dikirim dalam beberapa koli, setiap koli diukur secara terpisah dan hasil perhitungannya dijumlahkan.
Rumus dasar volume barang adalah panjang x lebar x tinggi.
Cara Menghitung Volume Barang Pengiriman via Darat dan Laut
Untuk pengiriman via darat dan laut, berat volume dihitung dengan membagi hasil perkalian panjang, lebar, dan tinggi dengan angka 4000.
Berat Volume (KG) = Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) / 4000
Contoh 1
Sebuah barang memiliki ukuran panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 60 cm dengan berat aktual 50 kg. Volume barang dihitung dari 100 × 80 × 60 sehingga diperoleh 480.000 cm³. Nilai ini dibagi 4000 dan menghasilkan berat volume sebesar 120 kg. Karena berat volume lebih besar daripada berat aktual, maka berat yang digunakan untuk ongkos kirim adalah 120 kg.
Contoh 2
Barang lain memiliki ukuran panjang 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 40 cm dengan berat aktual 55 kg. Volume barang adalah 60 × 50 × 40 atau 120.000 cm³. Setelah dibagi 4000, berat volume menjadi 30 kg. Karena berat aktual lebih besar daripada berat volume, maka ongkos kirim dihitung berdasarkan berat aktual yaitu 55 kg.
Cara Menghitung Volume Barang Pengiriman via Udara
Pengiriman via udara menggunakan pembagi 6000 karena keterbatasan ruang muat pesawat.
Berat Volume (KG) = Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) / 6000
Contoh 1
Sebuah paket memiliki ukuran 80 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 50 cm dengan berat aktual 18 kg. Volume barang adalah 240.000 cm³. Setelah dibagi 6000, berat volume menjadi 40 kg. Karena berat volume lebih besar daripada berat aktual, maka ongkos kirim udara dihitung berdasarkan 40 kg.
Contoh 2
Paket lain memiliki ukuran 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 30 cm dengan berat aktual 28 kg. Volume barang adalah 60.000 cm³. Setelah dibagi 6000, berat volume menjadi 10 kg. Karena berat aktual lebih besar daripada berat volume, maka ongkos kirim dihitung berdasarkan 28 kg.
Cara Menghitung Kubikasi Barang (m³)
Kubikasi digunakan untuk mengetahui kebutuhan ruang barang dalam satuan meter kubik.
Kubikasi (m³) = Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) / 1.000.000
Contoh 1
Barang dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 60 cm memiliki volume sebesar 480.000 cm³. Setelah dibagi 1.000.000, kubikasi barang tersebut adalah 0,48 m³.
Contoh 2
Barang lain dengan ukuran panjang 70 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 40 cm memiliki volume sebesar 140.000 cm³. Setelah dibagi 1.000.000, kubikasi barang tersebut adalah 0,14 m³.
Kalkulator Menghitung Volume dan Kubikasi
Masukkan ukuran barang (dalam cm) untuk mendapatkan hasil kubikasi (m³), berat volume darat dan laut (kg), serta berat volume udara (kg).
Barang yang Umumnya Dikenakan Perhitungan Volume
Perhitungan volume biasanya diterapkan pada barang yang berukuran besar tetapi relatif ringan, seperti kasur busa, bantal dan guling dalam kemasan besar, kursi gaming, stroller bayi, rak display toko, perlengkapan pameran, dan barang konveksi dalam koli besar. Pada pengiriman via udara, hampir seluruh barang berdimensi besar akan dikenakan perhitungan berat volume.
Cara Menentukan Berat yang Digunakan untuk Ongkos Kirim
Berat yang digunakan sebagai dasar perhitungan ongkos kirim adalah nilai terbesar antara berat aktual dan berat volume. Ketentuan ini berlaku untuk pengiriman darat, laut, dan udara.
Perhitungan Volume dan Kubikasi di Papandayan Cargo
Untuk pengiriman via darat di Papandayan Cargo, berat volume dihitung dengan rumus panjang x lebar x tinggi kemudian dibagi 4000. Berat yang digunakan untuk perhitungan pengiriman adalah nilai terbesar antara berat aktual dan berat volume. Dalam kebutuhan tertentu, seperti layanan packing, estimasi biaya packing dihitung berdasarkan berat volume dengan mengalikan hasilnya dengan faktor 0,6.
Contoh Perhitungan di Papandayan Cargo
Sebuah barang memiliki ukuran panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 60 cm dengan berat aktual 50 kg. Volume barang dihitung dari 100 × 80 × 60 sehingga diperoleh 480.000 cm³. Berat volume kemudian dihitung dengan membagi 480.000 dengan 4000 sehingga menghasilkan 120 kg. Karena berat volume lebih besar daripada berat aktual, maka berat yang digunakan untuk pengiriman via darat adalah 120 kg.
Untuk estimasi biaya packing, berat volume tersebut dikalikan dengan faktor 0,6 sehingga menghasilkan nilai 72 sebagai dasar perhitungan packing.
Seluruh hasil perhitungan di atas merupakan estimasi berdasarkan ukuran dan berat barang yang diinput. Berat dan biaya akhir mengikuti hasil pengukuran serta ketentuan yang berlaku saat proses pengiriman dilakukan di lapangan.
FAQ
1. Ukuran yang dipakai itu sebelum atau sesudah packing?
2. Jika barang lebih dari satu koli, bagaimana cara menghitungnya?
3. Mengapa hasil volume darat dan udara berbeda dengan ukuran yang sama?
4. Apakah hasil perhitungan volume dibulatkan?
5. Kapan saya perlu memperhatikan kubikasi (m³), bukan hanya berat volume?
Last Updated on 30/12/2025 by Rachmat Razi