Papandayan Cargo – Mengirim barang dalam jumlah besar bukan sekadar soal berat timbangan. Banyak pelaku usaha baru menyadari bahwa ongkos kirim sering kali dipengaruhi oleh ukuran kemasan. Di sinilah pentingnya memahami cara hitung volume kardus secara tepat. Kesalahan kecil dalam mengukur bisa berdampak pada selisih biaya yang cukup signifikan, terutama untuk pengiriman antar pulau atau partai besar.
Dalam sistem logistik modern, perhitungan volume menjadi dasar untuk menentukan kapasitas ruang di kendaraan atau kontainer. Artinya, semakin besar dimensi kardus, semakin besar pula ruang yang “dibeli” dalam proses pengiriman. Karena itu, memahami konsep ini sejak awal akan membantu Anda mengontrol biaya dan merencanakan distribusi dengan lebih presisi.
Daftar Isi
ToggleMengapa Hitung Volume Kardus Lebih Penting dari Sekadar Berat?
Sebagian besar orang mengira ongkir hanya ditentukan oleh berat aktual. Faktanya, banyak ekspedisi menggunakan sistem berat volume atau volumetrik. Ini berlaku terutama untuk barang ringan tetapi berukuran besar, seperti perlengkapan promosi, produk fashion dalam kemasan tebal, atau peralatan rumah tangga berlapis pelindung tambahan.
Ketika volume lebih besar dibanding berat aktual, maka yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah berat volume. Sistem ini memastikan pembagian ruang di armada tetap adil bagi seluruh pengirim. Tanpa perhitungan volume yang akurat, potensi pemborosan biaya akan semakin besar.
Rumus Dasar Menghitung Volume Kardus
Untuk dapat hitung volume kardus, sebenarnya prosesnya tidak rumit. Namun yang sering menjadi persoalan bukan pada rumusnya, melainkan pada ketelitian saat mengukur. Di sinilah banyak selisih biaya bermula. Agar hasilnya akurat dan bisa dijadikan dasar estimasi ongkir, ada tiga langkah penting yang perlu diperhatikan.
1. Ukur Panjang, Lebar, dan Tinggi dengan Akurat
Gunakan satuan centimeter agar sesuai dengan standar perhitungan ekspedisi. Ukur sisi terluar kardus, bukan bagian dalamnya. Jika ada tambahan lapisan pelindung seperti bubble wrap tebal atau packing kayu, maka yang diukur adalah dimensi akhir setelah dikemas.
Misalnya sebuah kardus terlihat kecil saat kosong, tetapi setelah diberi pelindung menjadi sedikit lebih besar. Yang dihitung tetap ukuran terluarnya, karena itulah ruang nyata yang akan memakan kapasitas armada.
Setelah ukuran didapat, barulah masuk ke tahap perhitungan volume.
2. Hitung Volume dengan Rumus Sederhana
Rumus volume sangat mudah:
Panjang x Lebar x Tinggi
Contoh yang mudah dibayangkan, Anda memiliki kardus dengan ukuran:
Panjang 50 cm
Lebar 40 cm
Tinggi 30 cm
Maka perhitungannya adalah:
50 x 40 x 30 = 60000 centimeter kubik
Angka 60000 ini menunjukkan seberapa besar ruang yang dibutuhkan kardus tersebut di dalam kendaraan atau kontainer. Namun angka ini belum menjadi dasar ongkir. Masih ada satu tahap lagi yang menentukan biaya sebenarnya.
3. Konversi ke Berat Volume
Dalam sistem cargo, volume tersebut akan dikonversi menjadi berat volume. Caranya dengan membagi hasil volume dengan angka pembagi yang ditentukan ekspedisi, biasanya 4000 atau 6000.
Agar lebih mudah dipahami, gunakan contoh tadi:
60000 dibagi 4000 = 15 kilogram
Artinya, meskipun berat asli barang di dalam kardus hanya 8 kilogram, sistem akan membaca pengiriman tersebut sebagai 15 kilogram karena ruang yang digunakan setara dengan berat tersebut.
Sebaliknya, jika berat asli barang ternyata 20 kilogram, maka yang digunakan sebagai dasar ongkir adalah 20 kilogram, karena lebih besar dari berat volume.
Terlihat sederhana, tetapi justru tahap inilah yang sering terlewat. Padahal dari sinilah estimasi biaya kirim ditentukan. Memahami proses ini membantu Anda menghindari selisih tagihan dan merencanakan distribusi dengan lebih terukur.
Baca Juga:
Kenapa Kardus Ringan Tapi Ongkir Mahal? Pahami Ini Sebelum Margin Bisnis Tergerus
Apa Saja Tantangan Pengiriman Barang Saat Ramadan?
Ramadan dan Kebutuhan Stok Tambahan di Sektor Retail dan Grosir
Kesalahan Umum Saat Menghitung Volume Kardus
Banyak pengirim sebenarnya sudah memahami rumus dasar, namun dalam praktiknya masih terjadi kesalahan teknis yang berdampak pada selisih biaya. Kesalahan ini sering terlihat kecil, tetapi pada pengiriman rutin atau partai besar, dampaknya bisa terasa signifikan. Berikut beberapa kekeliruan yang cukup sering terjadi saat hitung volume kardus.
Pengukuran Tidak Konsisten
Sebagian orang mengukur hanya bagian dalam kardus, padahal yang dihitung adalah dimensi terluar. Perbedaan beberapa centimeter saja bisa mengubah hasil berat volume. Terlebih jika kardus memiliki lipatan yang menonjol atau permukaan tidak benar benar rata.
Mengabaikan Tambahan Material Packing
Tambahan seperti bubble wrap tebal, foam pelindung, karton lapis dua, hingga packing kayu akan memperbesar dimensi akhir. Jika pengukuran dilakukan sebelum proses packing selesai, hasilnya hampir pasti tidak akurat.
Tidak Memperhitungkan Penyusunan Ulang
Barang yang awalnya dikemas terpisah kadang bisa disusun ulang agar lebih padat. Tanpa evaluasi ulang susunan kemasan, volume bisa membengkak hanya karena tata letak yang kurang efisien.
Menggunakan Angka Pembagi yang Salah
Setiap layanan memiliki standar pembagi berbeda, misalnya 4000 atau 6000. Moda laut bisa berbeda dengan darat. Menggunakan asumsi angka pembagi tanpa konfirmasi dapat membuat estimasi meleset.
Tidak Membandingkan Berat Aktual dan Berat Volume
Sebagian pengirim hanya fokus pada berat asli barang. Padahal sistem akan memilih angka yang lebih besar antara berat aktual dan berat volume. Tanpa perbandingan ini, perhitungan ongkir menjadi tidak lengkap.
Ketelitian dalam hal hal tersebut menjadi semakin penting ketika pengiriman dilakukan antar pulau dengan skala bisnis. Untuk rute distribusi seperti Jakarta ke Makassar yang banyak digunakan pelaku usaha manufaktur, percetakan, maupun perdagangan, perencanaan volume yang akurat membantu menjaga stabilitas biaya logistik.
Bagi yang rutin mengirim ke Indonesia Timur, memahami estimasi volume sejak awal juga membantu menentukan jadwal kirim dan kapasitas armada yang dibutuhkan. Detail layanan dan rute terjadwal bisa Anda lihat melalui Ekspedisi Jakarta Makassar, yang dirancang untuk pengiriman partai besar dengan perhitungan ruang muat yang terukur dan transparan.
Perbedaan Volume dan Kubikasi dalam Cargo
Dalam praktik logistik, volume dan kubikasi sering dianggap sama, padahal konteksnya berbeda. Volume adalah hasil perhitungan satu kardus, sedangkan kubikasi adalah total keseluruhan volume dalam satu pengiriman.
Sebagai contoh, jika satu kardus memiliki volume 0,06 meter kubik dan Anda mengirim 100 kardus, maka total kubikasinya menjadi 6 meter kubik. Angka inilah yang biasanya menjadi acuan dalam pengiriman laut, karena kontainer dihitung berdasarkan kapasitas ruang, bukan sekadar berat.
Itulah sebabnya layanan berbasis kapal sangat memperhatikan efisiensi ruang muat. Anda bisa memahami sistem ini lebih lanjut melalui Ekspedisi Laut, yang menerapkan perhitungan kubikasi secara transparan untuk pengiriman skala besar.
Memahami perbedaan volume dan kubikasi membantu Anda menyusun strategi kemasan yang lebih padat dan hemat biaya.
Strategi Mengoptimalkan Volume Agar Ongkir Lebih Hemat
Memahami cara hitung volume kardus memberi gambaran soal angka. Namun dalam praktiknya, angka tersebut sangat dipengaruhi oleh cara barang dikemas. Di sinilah pengemasan menjadi faktor penentu apakah biaya kirim tetap efisien atau justru membengkak. Agar volume tetap terkendali, beberapa pendekatan berikut bisa diterapkan.
1. Gunakan Kardus yang Proporsional
Pilih ukuran kardus yang sesuai dengan dimensi produk. Ruang kosong berlebihan memang terlihat aman, tetapi justru memperbesar ukuran luar yang dihitung dalam sistem cargo.
2. Susun Barang Secara Efisien
Penataan yang rapi dan terukur dapat memaksimalkan ruang di dalam kardus tanpa menambah dimensi luar. Penyusunan yang baik sering kali mengurangi kebutuhan kardus tambahan.
3. Evaluasi Repacking untuk Skala Besar
Untuk pengiriman dalam jumlah banyak, repacking bisa menjadi solusi. Penyusunan ulang yang lebih padat dapat menurunkan total volume dibanding kemasan awal yang kurang efisien.
4. Konsultasikan Sebelum Kirim
Komunikasi awal dengan pihak ekspedisi membantu memastikan estimasi volume sudah sesuai standar layanan. Langkah sederhana ini dapat mencegah selisih perhitungan di akhir.
Bagi pelaku usaha dengan pengiriman rutin, efisiensi volume bukan sekadar urusan teknis. Dalam jangka panjang, pengelolaan kemasan yang tepat berpengaruh langsung pada kestabilan biaya distribusi.
Kapan Berat Aktual Lebih Menguntungkan?
Tidak semua pengiriman langsung dihitung berdasarkan berat volume. Pada barang yang padat dan berat seperti mesin, besi, atau material konstruksi, biasanya berat aktual lebih besar dibanding hasil perhitungan volumenya. Dalam kondisi seperti ini, angka timbangan menjadi acuan utama dalam penentuan biaya.
Meski begitu, pengukuran dimensi tetap perlu dilakukan. Dengan mengetahui berat aktual dan berat volume, Anda bisa memastikan sistem mana yang digunakan dan menghindari salah estimasi. Sebaliknya, untuk barang yang ringan tetapi memakan ruang seperti tekstil, perlengkapan event, atau produk UMKM dalam kemasan besar, volume justru lebih sering menjadi faktor penentu ongkir.
Dampak Perhitungan Volume pada Skala Bisnis
Untuk pengiriman personal, selisih biaya akibat perhitungan volume mungkin tidak terlalu terasa. Namun bagi perusahaan dengan frekuensi kirim rutin, kesalahan kecil saat hitung volume kardus dapat berdampak pada akumulasi biaya logistik setiap bulan.
Distribusi yang sehat bukan hanya soal kecepatan sampai tujuan, tetapi juga tentang pengelolaan ruang dan biaya yang terukur sejak awal. Karena itu, banyak perusahaan menjadikan pengukuran volume sebagai prosedur standar sebelum barang masuk ke proses pengiriman.
Ketika perhitungan dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi, kontrol operasional menjadi lebih rapi. Risiko selisih tagihan pun dapat ditekan, sekaligus membantu perencanaan anggaran berjalan lebih stabil.
Baca Juga:
Ekspedisi Kirim Motor Surabaya ke Banjarmasin
Tips Packing Barang Pecah Belah agar Aman Saat Pengiriman
Solusi Masalah Kiriman ke Luar Pulau yang Paling Efektif
Kesimpulan
Memahami cara hitung volume kardus memberi Anda kendali yang lebih nyata atas biaya distribusi. Ini bukan sekadar soal angka atau rumus, melainkan bagian dari strategi efisiensi yang berdampak langsung pada margin dan arus kas bisnis.
Saat pengukuran dilakukan dengan presisi dan konsisten, keputusan logistik menjadi lebih terukur, mulai dari pemilihan moda hingga perencanaan kapasitas kirim. Dalam persaingan usaha yang semakin ketat, detail teknis seperti ini sering menjadi pembeda antara biaya yang terkendali dan biaya yang terus membengkak tanpa disadari.
FAQ
Tidak semua, tetapi sebagian besar layanan cargo menggunakan sistem ini terutama untuk barang ringan berukuran besar.
Biasanya 4000 atau 6000 tergantung jenis layanan dan moda transportasi.
Ekspedisi akan menggunakan angka yang lebih besar sebagai dasar perhitungan ongkir.
Ya, karena menambah dimensi luar kardus sehingga volume meningkat.
Sebagian besar pengiriman laut mempertimbangkan kubikasi sebagai faktor utama.
Kirim Barang dari Jakarta ke Seluruh Indonesia
Distribusi dari Jakarta ke berbagai wilayah membutuhkan perencanaan volume yang akurat agar kapasitas armada optimal dan biaya terkendali. Perhitungan kardus yang tepat membantu memastikan pengiriman berjalan efisien dan sesuai estimasi ruang muat.
Kirim Barang dari Surabaya ke Seluruh Indonesia
Sebagai pusat distribusi Jawa Timur, Surabaya menjadi titik strategis pengiriman antar pulau. Menghitung volume kardus sebelum kirim membantu memaksimalkan ruang kontainer dan menghindari biaya tambahan akibat selisih kubikasi.
Last Updated on 26/02/2026 by Rachmat Razi