Perlindungan Karat dan Kelembaban Saat Mengirim Mesin

Perlindungan anti karat kirim mesin untuk mencegah korosi selama penyimpanan dan pengiriman.
Tips anti karat kirim mesin dalam proses logistik agar kondisi mekanis tetap optimal.

Papandayan cargo – Pengendalian karat dan kelembaban pada mesin selalu dimulai dari dua hal dasar: kondisi permukaan yang benar-benar kering dan perlindungan berlapis yang menahan uap air sepanjang perjalanan.

Setelah itu barulah pengemasan, pemilihan material pelindung, dan cara penataan di armada menentukan apakah mesin aman sampai tujuan atau justru mulai teroksidasi.

Karat tidak muncul tiba-tiba. Biasanya mulai dari kelembaban yang terperangkap di titik sambungan, sela las, housing motor, poros, dan dudukan baut. Di rute laut atau jalur lembap, risiko meningkat karena mesin akan menghadapi getaran panjang, udara asin, serta perubahan suhu yang memicu kondensasi. Pengendalian harus dilakukan sejak tahap pra-packing, bukan ketika barang sudah berada di kendaraan.

Faktor yang Harus Dikendalikan Sebelum Mesin Dipacking

Perlindungan paling efektif selalu terjadi sebelum mesin masuk ke kemasan.

Di lapangan, sumber karat yang paling sering ditemukan bukan berasal dari air yang terlihat, melainkan dari kelembaban tak kasat mata yang tertahan di sela komponen. Karena itu tahap pra-packing harus mengikuti urutan yang ketat agar tidak ada uap air yang terjebak.

Pemeriksaan Awal Komponen

Operator biasanya mulai dari:

  • poros dan flange yang mudah oksidasi
  • ulir baut, mur, dan seat bearing
  • area sambungan las yang kasar
  • panel listrik berlapis tipis tanpa coating
  • housing besi cor dengan pori mikro

Setiap titik tersebut harus disentuh kain berserat halus hingga permukaannya benar-benar kering. Kelembaban 1–2 persen saja di ruang sempit sudah cukup memicu oksidasi dalam 24 jam.

Pengeringan Setelah Uji Mesin atau Cuci Unit

Di gudang, masalah klasik muncul ketika mesin baru selesai test run atau dicuci sebelum dikirim. Unit memang tampak kering dari luar, tetapi kondensasi sering tertinggal di:

  • celah bawah rangka
  • intake kecil
  • panel kabel yang tidak tertutup rapat
  • belakang fan shroud

Standar lapangan yang digunakan teknisi senior biasanya:

  • waktu pengeringan minimal 30–45 menit menggunakan blower angin hangat
  • pengecekan ulang pakai kain microfiber yang ditekan pada titik sensitif
  • pemeriksaan kapilaritas: menyentuh sela sempit dengan ujung kertas tisu untuk mengecek sisa uap air

Jika tisu terlihat lembap, mesin tidak boleh masuk tahapan wrapping.

Lapisan Perlindungan Anti Karat

Perlindungan utama biasanya terdiri dari dua lapis: chemical protection dan physical barrier.

Chemical Protection: Cairan Anti-Karat Lapangan

Cairan anti karat yang biasa digunakan teknisi gudang bukan yang bersifat tebal seperti grease motor. Yang efektif untuk pengiriman justru tipe thin film, karena:

  • tidak mengganggu pemasangan kembali
  • tidak mengikat debu berlebih
  • mudah menguap tanpa meninggalkan residu berat

Aplikasi biasanya dilakukan pada:

  • poros
  • flange sambungan
  • permukaan las
  • bagian besi yang sudah tergores

Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa lapisan tipis dengan ketebalan sekitar 3–5 mikron sudah cukup untuk perjalanan 3–7 hari di rute seperti pengiriman via laut ke Makassar.

Physical Barrier: Material Penghalang Kelembaban

Material yang paling sering digunakan:

  • plastik stretch industrial untuk membungkus unit hingga rapat
  • silica gel dengan perhitungan minimal 20–30 gram per 0.1 m³ ruang tertutup
  • plastik aluminium foil laminated untuk mesin bernilai tinggi
  • foam sheet untuk mencegah gesekan yang memicu terbukanya lapisan anti karat

Ketika pembungkus terlalu longgar, uap air akan masuk dan terperangkap. Ketika terlalu ketat tanpa ventilasi, kondensasi bisa terbentuk jika temperaturnya berubah drastis. Kuncinya ada pada porsi silica gel dan teknik sealing.

Area yang Paling Rentan Mengalami Kondensasi

Titik yang menahan udara lembap dan menerima perubahan suhu paling besar. Untuk perjalanan antarpulau, kondensasi biasanya muncul pada:

  • bagian bawah frame akibat kontak dengan lantai armada
  • sisi mesin yang menempel pada dinding kontainer tanpa aliran angin
  • area permukaan besi cor, karena pori mikro yang mudah mengikat kelembapan
  • panel elektrik tertutup tetapi tidak airtight
  • bagian yang dipress terlalu tebal oleh foam sehingga ruang udara terperangkap

Kelembaban relatif di jalur laut dapat mencapai 70–85 persen. Kombinasi ini sangat cepat memicu embun mikro yang kemudian berubah menjadi oksidasi.

Proses anti karat kirim mesin dengan perlindungan kelembapan untuk mencegah oksidasi.
Penerapan anti karat kirim mesin agar mesin tetap aman selama logistik.

Teknik Pengemasan Mesin agar Tidak Menahan Uap Air

Metode yang digunakan tim lapangan biasanya mengikuti urutan berikut.

Membungkus Bagian Metal Terbuka

Setelah cairan anti karat diterapkan, bagian metal bebas ditutup dengan:

  • wrapping plastik dua sampai tiga putaran
  • foam sheet pada area gesekan
  • tambahan aluminium foil bila unit bernilai tinggi

Setelah itu baru seluruh mesin dibungkus.

Membuat Sirkulasi Mikro

Sirkulasi mikro bukan berarti membuat lubang besar, melainkan memberi sedikit ruang di satu sisi pembungkus agar udara tidak benar-benar terperangkap. Biasanya:

  • sisi belakang mesin tidak disegel 100 persen
  • hanya dirapatkan tanpa heat sealing
  • silica gel ditempatkan di sisi yang sama agar uap bergerak ke titik tersebut

Teknik ini mencegah kondensasi dari suhu kontainer yang berubah saat loading-unloading.

Menentukan Jumlah Silica Gel yang Tepat

Silica gel efektif hanya bila proporsinya benar. Untuk mesin ukuran 1–3 m³:

  • kapasitas ideal 200–600 gram
  • diletakkan di tiga titik: bawah, tengah, dan panel sisi belakang

Pada rute yang menggunakan ruang pendingin atau cold space, silica gel tidak boleh ditempatkan terlalu dekat dengan dinding karena akan jenuh lebih cepat. Ini relevan dengan layanan yang menggunakan sistem suhu stabil seperti cold chain logistic.

Penanganan Saat Muat ke Armada

Perlindungan karat tidak berhenti setelah mesin selesai dibungkus. Tahap berikutnya justru krusial.

Penempatan Mesin di Dalam Truk atau Kontainer

Kesalahan yang paling sering ditemukan:

  • mesin langsung menyentuh lantai besi
  • posisi terlalu mepet dinding sehingga udara lembap tertahan
  • titik tumpu tidak rata sehingga cairan anti karat menetes keluar

Standar lapangan:

  • gunakan palet atau ganjal minimal 3–5 cm dari lantai
  • beri jarak 5–8 cm ke dinding samping
  • pastikan titik tumpu berada pada rangka utama, bukan cover

Pada rute laut yang lama, penempatan yang bersentuhan dengan dinding kontainer hampir pasti menyebabkan munculnya embun dan karat.

Pengikatan yang Tidak Menimpa Bagian Metal

Pengikatan sabuk harus melewati:

  • rangka dasar
  • bracket khusus
  • lubang penahan bawaan frame

Tidak boleh melalui poros, housing, atau komponen metal yang sudah dilapisi cairan antikarat. Tekanan sabuk dapat membuka lapisan coating dan menciptakan titik oksidasi baru.

Pemantauan Kelembaban Selama Transit

Untuk mesin bernilai tinggi, teknisi sering memasang indikator humidity card di dalam lapisan pembungkus. Warnanya berubah jika kelembaban naik. Bila perubahan terjadi pada transit panjang:

  • unit perlu diperiksa ulang di titik transit
  • silica gel bisa diganti bila sudah jenuh
  • wrapping diperketat bila longgar

Jika perjalanan lebih dari 7–10 hari, pemeriksaan di hub transit sangat direkomendasikan. Tanpa pengecekan, karat mikro dapat berkembang menjadi flek coklat dalam hitungan hari.

Pembukaan Kemasan di Gudang Tujuan

Ketika mesin tiba, pembukaan kemasan juga harus mengikuti prosedur agar tidak menciptakan kondensasi baru.

Standar lapangan:

  • pembukaan dilakukan di ruang kering
  • kemasan luar dibuka perlahan agar perbedaan suhu tidak ekstrem
  • silica gel diambil dan diperiksa tingkat kejenuhannya
  • permukaan metal diperiksa warna, kilap, dan bintik lembut

Jika ditemukan flek kecoklatan tipis, biasanya masih kategori ringan dan bisa dibersihkan dengan kain lap tipis dan solvent ringan.

Konsultasikan kebutuhan pengiriman mesin dengan perlindungan anti karat yang benar melalui Papandayan cargo.

Kesimpulan

Perlindungan karat dan kelembaban pada mesin selalu berpulang pada tiga hal utama, permukaan yang benar-benar kering sebelum dibungkus, lapisan perlindungan berlapis, dan penataan yang tepat saat unit berada di armada. Kelemahan kecil seperti uap air yang terjebak, silica gel yang kurang, atau penempatan terlalu rapat ke dinding kerap menjadi penyebab utama kerusakan. Penanganan yang disiplin sejak awal memastikan mesin tetap stabil dan aman sepanjang perjalanan.

FAQ

1. Apakah semua mesin wajib diberi cairan anti karat sebelum dikirim?
Umumnya ya, terutama untuk unit dengan permukaan metal terbuka yang rawan oksidasi.

2. Berapa jumlah silica gel ideal untuk mesin 1–2 m³?
Sekitar 200–400 gram tergantung rute dan durasi perjalanan.

3. Apakah wrapping rapat selalu lebih baik?
Tidak. Wrapping terlalu kedap justru memicu kondensasi jika terjadi perubahan suhu.

4. Bagaimana bila mesin baru selesai dicuci sebelum dikirim?
Unit wajib dikeringkan dengan blower dan dicek ulang agar tidak ada uap air tertinggal di sela rangka.5. Apakah penempatan mesin menempel dinding kontainer aman?
Tidak aman. Area tersebut adalah titik paling lembap dan cepat memicu kondensasi.

Last Updated on 26/11/2025 by Rachmat Razi

Rate this post
Search

Cek Tarif dan Resi Dibawah Ini

Berita Terbaru

Bagikan Jika Bermanfaat