Papandayan Cargo – Pengiriman produk farmasi sering dianggap aman karena bentuk barang relatif kecil dan kemasan tampak rapi. Tidak ada kesan rapuh seperti kaca, tidak ada komponen elektronik, dan sebagian besar produk dikemas pabrik dengan segel yang terlihat kuat. Anggapan ini membuat proses pengiriman kerap berjalan dengan pendekatan standar.
Masalah biasanya baru muncul saat barang tiba di tangan penerima. Secara visual, kardus masih utuh dan tidak ada tanda bocor. Namun penilaian tidak berhenti di sana. Produk farmasi dinilai dari kelayakan edar, bukan sekadar kondisi fisik luar. Di titik ini, klaim mulai muncul.
Klaim kerusakan produk farmasi jarang dipicu oleh satu kejadian besar. Tidak selalu ada barang jatuh atau tertimpa. Yang lebih sering terjadi adalah akumulasi kondisi selama perjalanan yang sejak awal dianggap aman, tetapi pada akhirnya berdampak pada mutu produk.
Sebelum masuk ke penyebab teknis, perlu dipahami satu hal mendasar. Pengiriman farmasi berada di wilayah tengah antara barang umum dan barang sensitif. Perlakuan terlalu santai berisiko, tetapi pendekatan terlalu ekstrem juga tidak selalu diterapkan. Celah inilah yang membuat klaim berulang.
Daftar Isi
ToggleKenapa Risiko Sering Diremehkan Pada Saat Awal Pengiriman?
Banyak keputusan pengiriman diambil berdasarkan tampilan luar barang. Selama kardus rapi dan segel pabrik utuh, risiko dianggap rendah. Pendekatan ini wajar dalam aktivitas logistik harian, tetapi kurang relevan untuk produk farmasi.
Dalam praktik lapangan, penilaian visual sering menutupi risiko yang sifatnya tidak kasat mata. Tekanan ringan, perubahan suhu bertahap, dan pergerakan isi di dalam kemasan jarang diperhitungkan karena tidak langsung terlihat sebagai masalah.
Kesalahan kecil di tahap awal inilah yang sering menjadi pemicu klaim di akhir perjalanan.
Bentuk Barang Kecil, Risiko Justru Datang dari Tekanan Mikro
Produk farmasi sering dikemas dalam botol kecil, blister, atau dus tipis. Ukuran ini membuat barang mudah ditata dan ditumpuk bersama muatan lain. Tanpa disadari, tekanan mikro terjadi terus-menerus selama perjalanan.
Situasi yang sering terjadi di lapangan antara lain:
- Kardus obat berada di atas muatan lain tanpa penyangga internal
- Getaran jalan membuat isi saling menekan di dalam kemasan
- Posisi barang berubah beberapa kali tanpa perlindungan tambahan
Dampaknya tidak selalu berupa kerusakan fisik. Tablet bisa retak halus, kapsul berubah bentuk, atau segel melemah tanpa tanda bocor. Dari luar terlihat aman, tetapi dari sisi mutu sudah bermasalah.
Baca Juga :
Manfaat Jualan di Marketplace
Kirim Pipa HDPE Dari Surabaya, Malang, dan Jakarta
Perubahan Suhu dan Waktu Tempuh yang Tidak Pernah Benar-Benar Stabil
Banyak produk farmasi tidak dikategorikan sebagai cold chain, sehingga faktor suhu sering dianggap tidak kritis. Dalam kenyataan pengiriman, suhu jarang benar-benar stabil dari awal hingga akhir perjalanan.
Perjalanan darat dan laut membawa barang melewati berbagai kondisi:
- Siang panas dan malam lembap
- Transit di gudang tanpa kontrol ventilasi
- Penundaan bongkar muat yang memperpanjang waktu diam
Perubahan bertahap seperti ini cukup memengaruhi stabilitas produk. Efeknya sering baru terasa saat barang diperiksa di tujuan, bukan saat tiba secara fisik.
Packing yang Terlalu Umum untuk Kebutuhan Farmasi
Packing sering mengikuti kebiasaan pengiriman barang umum. Selama kardus kuat dan dibungkus bubble wrap, pengiriman dianggap aman. Untuk produk farmasi, pendekatan ini sering tidak cukup.
Beberapa praktik yang sering ditemui:
- Ruang kosong di dalam kardus tidak diisi penahan
- Botol cairan dibiarkan bergerak bebas
- Beberapa unit disatukan tanpa sekat
Kesalahan seperti ini banyak ditemui dalam praktik sehari-hari dan sejalan dengan berbagai kesalahan pengiriman farmasi yang terus berulang karena dianggap tidak berdampak langsung.
Transit Bukan Sekadar Titik Singgah
Setiap transit menambah risiko, bukan hanya karena bongkar muat, tetapi karena perubahan perlakuan. Barang bisa berpindah tangan, berpindah posisi, dan berpindah lingkungan penyimpanan.
Dalam pengiriman antarpulau, satu pengiriman bisa melewati beberapa tahap:
- Truk ke gudang
- Gudang ke kapal
- Kapal ke gudang tujuan
- Gudang ke truk distribusi akhir
Pada rute seperti ekspedisi Surabaya Batam, kombinasi laut dan darat membuat konsistensi penanganan menjadi tantangan tersendiri. Setiap perpindahan membuka peluang kesalahan kecil yang berdampak besar di akhir.
Perbedaan Standar Penilaian yang Sering Terlupakan
Satu aspek penting yang sering luput adalah perbedaan cara menilai kondisi barang. Pengirim cenderung melihat dari sisi fisik luar, sedangkan penerima farmasi menilai dari sisi kelayakan edar.
Di lapangan, kondisi berikut sudah cukup memicu penolakan:
- Kardus sedikit penyok
- Segel terasa kurang rapat
- Label tidak sempurna
Bukan karena barang rusak total, tetapi karena risiko dianggap tidak bisa diterima. Dari sini, klaim muncul meski tidak ada kerusakan besar yang bisa ditunjukkan secara visual.
Pola yang Terlihat Setelah Berbagai Klaim Terjadi
Jika ditarik ke gambaran yang lebih besar, klaim kerusakan produk farmasi jarang berdiri sendiri. Pola yang sering muncul adalah kombinasi dari beberapa faktor sekaligus, seperti packing yang terlalu umum, transit berlapis, waktu tempuh tidak konsisten, dan perbedaan standar penilaian.
Setiap faktor mungkin tampak kecil saat berdiri sendiri. Ketika saling bertemu dalam satu pengiriman, risiko meningkat tanpa disadari sejak awal.
Kesimpulan
Klaim kerusakan produk farmasi banyak terjadi bukan karena kelalaian besar, tetapi karena pengiriman diperlakukan seperti barang umum. Risiko sering tersembunyi dalam detail kecil yang baru terasa di akhir perjalanan. Selama pendekatan pengiriman masih berbasis kebiasaan, klaim akan terus muncul meski perjalanan terlihat berjalan normal.
FAQ
Karena penilaian farmasi menitikberatkan pada kelayakan edar, bukan hanya kondisi luar.
Tidak semua, tetapi banyak yang rentan terhadap tekanan, posisi, dan perubahan kondisi.
Ya, setiap titik pindah menambah potensi perubahan posisi dan durasi penyimpanan.
Belum tentu. Tanpa penahan internal, isi tetap bisa bergerak dan tertekan.
Karena kerusakan sering bersifat kualitas dan tidak kasat mata.
Kirim Barang dari Jakarta ke Seluruh Indonesia
Pengiriman farmasi dari Jakarta melibatkan rute panjang dan tujuan yang beragam. Konsistensi penanganan sejak keluar gudang hingga tiba di kota tujuan menjadi faktor penting agar kondisi barang tetap terjaga sepanjang perjalanan.
Kirim Barang dari Surabaya ke Seluruh Indonesia
Surabaya berperan sebagai titik distribusi ke berbagai wilayah Indonesia bagian timur. Pengiriman farmasi dari kota ini sering melewati kombinasi jalur laut dan darat, sehingga pengaturan transit dan durasi perjalanan berpengaruh langsung terhadap risiko klaim di tujuan akhir.
Last Updated on 19/01/2026 by Rachmat Razi

