Apa Itu Chargeable Weight dalam Pengiriman Kargo?

Promo Layanan Udara Papandayan Cargo
hargeable weight untuk menentukan berat tagihan berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat volume dalam pengiriman kargo.

Papandayan Cargo – Chargeable weight adalah berat yang digunakan sebagai dasar perhitungan biaya pengiriman. Nilainya ditentukan dengan membandingkan berat aktual dengan berat volume, kemudian menggunakan nilai yang lebih besar sesuai ketentuan layanan.

Karena itu, barang yang ringan belum tentu memiliki berat tagihan yang kecil. Kardus, furniture, kemasan berbusa, atau barang lain dengan dimensi besar dapat memiliki berat volume yang jauh lebih tinggi dibanding hasil timbangannya.

Data panjang, lebar, dan tinggi barang juga menjadi dasar dalam cara menghitung kubikasi barang dan berat volume.

Perbedaan Chargeable Weight, Actual Weight, dan Berat Volume

Ketiga istilah ini saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.

Actual weight atau berat aktual adalah bobot barang berdasarkan hasil penimbangan fisik.

Berat volume atau dimensional weight adalah berat yang diperoleh dari ukuran panjang, lebar, dan tinggi barang menggunakan faktor pembagi sesuai moda pengiriman.

Chargeable weight adalah nilai yang akhirnya digunakan sebagai dasar perhitungan tarif setelah berat aktual dan berat volume dibandingkan.

Contohnya, sebuah barang memiliki berat aktual 80 kg, tetapi hasil perhitungan berat volumenya mencapai 300 kg. Jika ketentuan layanan menggunakan nilai yang lebih besar, chargeable weight barang tersebut adalah 300 kg.

Sebaliknya, apabila berat aktual mencapai 400 kg sementara berat volumenya 300 kg, maka dasar perhitungannya menggunakan 400 kg.

Cara Menghitung Chargeable Weight

Perhitungan dimulai dari dua data utama: berat aktual dan dimensi barang.

1. Timbang Berat Aktual Barang

Berat aktual diperoleh dengan menimbang barang secara fisik. Jenis timbangan dapat disesuaikan dengan ukuran dan bobot barang yang ditangani.

Ketelitian pada tahap ini penting karena hasil timbang menjadi salah satu dasar penentuan chargeable weight. Dalam proses cargo, penggunaan timbangan juga membantu memastikan data barang yang masuk sesuai dengan kondisi fisiknya.

2. Ukur Panjang, Lebar, dan Tinggi

Ukur dimensi terluar barang dalam kondisi akhir sebelum dikirim, termasuk packing yang sudah terpasang.

Jika satu pengiriman terdiri dari beberapa koli, pengukuran sebaiknya dilakukan pada setiap koli karena ukuran masing-masing kemasan dapat berbeda.

3. Hitung Berat Volume

Untuk acuan perhitungan Papandayan Cargo, rumus yang digunakan adalah:

Cargo darat dan laut

Panjang × Lebar × Tinggi (cm) ÷ 4.000

Cargo udara

Panjang × Lebar × Tinggi (cm) ÷ 6.000

Sebagai contoh, barang berukuran:

150 × 120 × 100 cm

Hasil perhitungannya:

  • Darat/laut: 150 × 120 × 100 ÷ 4.000 = 450 kg
  • Udara: 150 × 120 × 100 ÷ 6.000 = 300 kg

Jika berat aktual barang hanya 180 kg, maka berat volume menjadi lebih besar dan dapat menjadi dasar perhitungan tarif sesuai moda yang digunakan.

Ketentuan perhitungan tetap perlu mengikuti layanan dan rute yang digunakan karena tarif tidak hanya ditentukan oleh berat, tetapi juga asal-tujuan, jenis barang, moda, dan kebutuhan handling.

Mengapa Chargeable Weight Digunakan?

Kapasitas pengiriman tidak hanya berkaitan dengan berat yang mampu diangkut kendaraan atau moda transportasi. Ruang yang ditempati barang juga menjadi bagian dari kapasitas tersebut.

Bayangkan dua barang dengan berat aktual sama-sama 30 kg. Barang pertama berupa komponen logam berukuran kecil, sedangkan barang kedua berupa produk berbahan ringan dalam kardus berukuran besar.

Keduanya memiliki berat yang sama, tetapi kebutuhan ruangnya berbeda. Berat volume digunakan agar dimensi barang tersebut ikut diperhitungkan.

Karena itu, chargeable weight membantu menyatukan dua karakter utama kiriman:

beban fisik barang dan ruang yang digunakan.

Jenis Barang yang Sering Memiliki Berat Volume Lebih Besar

Perbedaan antara berat aktual dan berat volume biasanya lebih terasa pada barang yang besar tetapi relatif ringan.

Contohnya antara lain:

  • furniture;
  • styrofoam dan material display;
  • akrilik;
  • produk berbahan foam;
  • panel ringan;
  • booth atau perlengkapan event;
  • kemasan berukuran besar dengan isi ringan.

Barang padat seperti mesin, sparepart logam, atau material tertentu justru lebih mungkin memiliki berat aktual yang lebih tinggi.

Namun hasil akhirnya tetap ditentukan dari data timbang dan ukuran masing-masing kiriman, bukan hanya berdasarkan jenis barang.

Packing Bisa Mengubah Chargeable Weight

Packing tidak hanya berfungsi melindungi barang. Penambahan material packing juga dapat mengubah dimensi akhir kiriman.

Pallet menambah tinggi barang, sementara peti atau packing kayu dapat menambah panjang, lebar, serta tinggi unit kiriman. Karena itu, ukuran awal sebelum packing belum tentu sama dengan ukuran yang digunakan ketika barang siap dikirim.

Jika barang membutuhkan packing kayu, pengukuran sebaiknya dilakukan kembali setelah proses packing selesai.

Prinsip sederhananya:

semakin besar perubahan dimensi setelah packing, semakin besar kemungkinan berat volumenya ikut berubah.

Bagaimana dengan Barang yang Bentuknya Tidak Beraturan?

Tidak semua barang berbentuk kardus atau kubus sempurna. Mesin, komponen industri, furniture, dan barang proyek dapat memiliki sisi yang menonjol atau bentuk yang tidak simetris.

Untuk kebutuhan perhitungan awal, panjang, lebar, dan tinggi dapat diambil dari dimensi terluar barang atau kemasan.

Hal ini penting karena bagian yang menonjol tetap membutuhkan ruang ketika barang ditempatkan di kendaraan, gudang, atau unit pengangkutan lainnya.

Jika bentuk barang cukup kompleks, foto barang beserta informasi dimensi akan membantu proses pengecekan sebelum metode pengiriman ditentukan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Chargeable Weight

Salah satu penyebab perbedaan estimasi adalah data yang digunakan belum menggambarkan kondisi akhir barang.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  1. Hanya memberikan berat aktual tanpa dimensi.
    Barang ringan dengan ukuran besar bisa memiliki berat volume lebih tinggi.
  2. Menggunakan ukuran sebelum packing sebagai ukuran final.
    Pallet, crate, foam, atau material pelindung dapat mengubah dimensi barang.
  3. Menggabungkan ukuran beberapa koli menjadi satu perkiraan.
    Setiap koli sebaiknya dicatat sesuai ukuran fisiknya.
  4. Menggunakan pembagi yang tidak sesuai moda.
    Faktor perhitungan darat/laut dan udara berbeda.
  5. Tidak memperbarui data setelah packing berubah.
    Jika kemasan atau dimensinya berubah, berat volume perlu dihitung kembali.

Cara Menyiapkan Data agar Perhitungan Lebih Akurat

Sebelum meminta estimasi pengiriman, siapkan data berikut:

  • jenis barang;
  • jumlah koli;
  • berat aktual setiap koli;
  • panjang × lebar × tinggi setiap koli;
  • jenis packing;
  • foto barang;
  • kota dan alamat asal;
  • kota dan alamat tujuan;
  • kebutuhan handling tambahan jika ada.

Dalam proses operasional Papandayan Cargo, barang yang masuk juga melalui tahap verifikasi, termasuk timbang dan ukur, sebelum dilanjutkan ke pelabelan per koli, pengelompokan berdasarkan rute, konsolidasi, dan keberangkatan.

Data awal yang lengkap membantu mengurangi kemungkinan perbedaan antara estimasi sebelum pickup dengan kondisi barang ketika diperiksa secara fisik.

Chargeable Weight untuk Pengiriman Barang Besar

Konsep chargeable weight menjadi semakin penting ketika barang memiliki dimensi besar, jumlah koli banyak, atau membutuhkan packing tambahan.

Untuk kondisi seperti ini, perhitungan tidak sebaiknya hanya berangkat dari perkiraan berat. Dimensi, bentuk kemasan, jumlah koli, rute, dan kebutuhan handling perlu dibaca sebagai satu kesatuan.

Muatan dengan karakter tersebut juga dapat menggunakan skema jasa kirim barang besar sesuai hasil pengecekan barang, rute, volume, dan kebutuhan pengirimannya.

Kesimpulan

Chargeable weight adalah nilai berat yang digunakan sebagai dasar perhitungan tarif setelah berat aktual dan berat volume dibandingkan sesuai ketentuan layanan.

Berat aktual berasal dari hasil timbangan, sedangkan berat volume berasal dari dimensi barang. Pada Papandayan Cargo, acuan berat volume darat dan laut menggunakan P × L × T ÷ 4.000, sedangkan udara menggunakan P × L × T ÷ 6.000.

Agar perhitungan lebih akurat, gunakan berat dan dimensi dari kondisi akhir barang setelah packing, catat setiap koli secara terpisah, dan pastikan rumus yang digunakan sesuai moda pengiriman.

FAQ

1. Apakah berat aktual selalu digunakan untuk menghitung tarif?

Tidak selalu. Dasar perhitungan umumnya membandingkan berat aktual dengan berat volume dan menggunakan nilai yang lebih besar sesuai ketentuan layanan.

2. Berapa pembagi berat volume untuk cargo?

Pada acuan Papandayan Cargo, cargo darat dan laut menggunakan pembagi 4.000, sedangkan cargo udara menggunakan pembagi 6.000.

3. Bagaimana menghitung barang yang bentuknya tidak simetris?

Gunakan panjang, lebar, dan tinggi terluar barang atau kemasan sebagai dasar pengukuran dimensi.

4. Apakah packing memengaruhi chargeable weight?

Bisa. Packing seperti pallet atau peti kayu dapat menambah dimensi barang sehingga berat volumenya perlu dihitung kembali.

5. Sebaiknya barang diukur sebelum atau sesudah packing?

Pengukuran awal boleh dilakukan untuk estimasi, tetapi ukuran setelah packing lebih mencerminkan kondisi fisik barang yang benar-benar masuk proses pengiriman.

Butuh Solusi Pengiriman yang Tepat?

Tim kami siap membantu Anda menentukan metode pengiriman terbaik sesuai jenis barang, rute, dan kebutuhan bisnis Anda.