Cara Packing Bahan Makanan Agar Aman ke Makassar

Rak bahan makanan sebagai ilustrasi tips packing bahan makanan agar aman saat dikirim.
Papandayan Cargo memberikan tips packing bahan makanan agar aman sampai tujuan dan tetap berkualitas.

Papandayan cargo – Pengiriman bahan makanan ke Makassar memerlukan standar packing yang lebih ketat dibanding pengiriman biasa. Perjalanan darat–laut selama 5–8 hari, kelembapan ruang kapal, getaran yang konsisten, dan proses bongkar-muat beberapa kali dapat merusak kualitas barang jika kemasan tidak dirancang dengan benar. Setiap kemasan harus mampu menahan tekanan vertikal, getaran, dan potensi rembes, sekaligus tetap menjaga mutu makanan hingga sampai ke penerima.

Prinsip Dasar Packing Bahan Makanan ke Rute Makassar

Rute seperti layanan ekspedisi Jakarta–Makassar selalu melalui konsolidasi multi-customer. Artinya satu barang dapat berpindah ruang, berubah posisi susunan, atau berada di bawah tekanan barang lain. Karena itu, kemasan primer harus tahan bocor dan food grade, sedangkan kemasan sekunder minimal mampu menahan tekanan 15–25 kg. Kelembapan ruang kapal sering berada pada 65–85%, sehingga plastik inner menjadi pelindung wajib. Label harus jelas karena salah label dapat menyebabkan salah ruang simpan, salah cara penyusunan, hingga salah kategori.

Standar Packing Berdasarkan Jenis Bahan Makanan

Sebelum menentukan jenis kemasan, pahami terlebih dahulu karakter makanan: apakah sensitif tekanan, mudah bocor, rawan bau, atau perlu stabilitas suhu. Setiap karakter membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda.

Bahan Makanan Kering

Beras, tepung, kacang, dan bumbu kering membutuhkan proteksi terhadap kelembapan dan tekanan. Kombinasi plastik tebal 80–100 mikron dan karung laminasi atau paper bag merupakan standar umum. Untuk snack atau produk rapuh, gunakan karton ECT 32–44 dan tambahkan filler agar tidak hancur akibat tekanan lateral. Di gudang, susunan karung 6–8 lapis dengan berat 20–25 kg per karung adalah kondisi umum sehingga kemasan harus kuat menopang tekanan tersebut.

Makanan Basah atau Semi-Basah

Kategori seperti sambal, ikan asin semi-basah, atau makanan fermentasi memerlukan perlindungan ketat dari rembes. Plastik vakum mengurangi oksidasi dan kebocoran. Pail food-grade 10–20 liter dengan seal karet dan penguncian kabel ties adalah pilihan stabil. Sambal botolan membutuhkan bubble wrap tebal dan karton dengan separator. Pail tidak boleh ditumpuk lebih dari tiga lapis untuk menjaga seal tetap utuh.

Produk Cair

Minyak, kecap, saus, dan santan kemasan rentan bocor akibat getaran kapal. Gunakan jerigen HDPE dengan inner seal aluminium foil dan shrink wrap di bagian mulut kemasan. Karton double-wall dengan sekat internal menjaga jerigen tetap stabil dan menahan tekanan 10–15 kg dari barang lain. Lakban silang pada karton mencegah bagian dasar jebol saat diangkat forklift.

Produk Beku atau Dinginkan

Jika tidak menggunakan cold chain, packing bertujuan menunda kenaikan suhu. Ice gel 1 kg dapat bertahan sekitar 10–14 jam dalam styrofoam tebal 2 cm. Karena pengiriman Makassar dapat mencapai 5–7 hari, hanya produk yang toleran terhadap fluktuasi suhu yang disarankan. Styrofoam harus dilakban rapat, dilapisi plastik inner, dan ditempatkan di area kering saat proses loading.

Produk Mudah Hancur

Keripik, snack ringan, dan wafer sangat sensitif terhadap benturan. Karton double-wall dan filler seperti PE foam 5 mm adalah standar terbaik. Pastikan jarak isi ke dinding karton 2–3 cm agar benturan tidak langsung mengenai isi.

Penguatan Struktur Kemasan untuk Perjalanan Laut

Penguatan struktur membantu barang bertahan dari getaran dan tekanan yang tidak dapat dihindari. Karton diperkuat dengan corner protector dan lakban 48 mm minimal tiga garis. Untuk jumlah besar, wrapping pada palet memastikan barang tidak bergerak selama perjalanan. Stretch film 17–23 mikron diputar 8–12 putaran, dengan tinggi palet maksimal 160–170 cm agar forklift aman mengangkatnya. Palet kayu 120 x 100 cm dengan kapasitas 700–900 kg adalah ukuran umum yang stabil di ruang kapal.

Risiko Lapangan yang Harus Diantisipasi

Getaran kapal adalah penyebab utama botol pecah, sambal rembes, dan snack hancur. Tekanan vertikal saat stacking sering merusak makanan semi-basah sehingga penandaan “Top Load Only” wajib diterapkan. Kelembapan tinggi melemahkan karton hingga 20–35% sehingga plastik inner diperlukan. Kontaminasi bau dapat terjadi dari barang non-makanan yang beraroma tajam. Salah label di gudang konsolidasi masih menjadi risiko yang sering ditemui sehingga label kategori makanan harus jelas.

Checklist Packing Sebelum Diserahkan ke Ekspedisi

• Kemasan primer food grade dan anti rembes
• Kemasan sekunder menahan 15–25 kg tekanan
• Label kategori, fragile, dan arah atas
• Lapisan plastik anti lembap
• Filler atau sekat minimal 2–3 cm
• Lakban silang pada tutup karton
• Corner protector pada sudut karton
• Inner seal dan shrink pada cairan
• Pail atau styrofoam tertutup rapat
• Tinggi palet maksimal 170 cm
• Tidak ada aroma keluar dari kemasan

Durasi Perjalanan dan Alur Transit Barang ke Makassar

Pickup menuju hub memakan 4–12 jam, lalu barang menunggu jadwal kapal 1–2 hari. Perjalanan laut berlangsung 3,5–5 hari, dan dari hub Makassar ke alamat tujuan biasanya 12–24 jam. Total durasi umum adalah 5–8 hari sehingga kemasan harus mampu menjaga integritas barang selama periode tersebut.

Rekomendasi Layanan untuk Pengiriman Bahan Makanan ke Makassar

Bahan makanan memerlukan penanganan yang lebih detail dibanding barang umum. Jika Anda ingin memastikan packing sesuai karakter barang, memahami risiko yang mungkin muncul, menentukan jenis kemasan yang paling aman, atau mendapatkan estimasi rute dan durasi yang akurat, gunakan kanal resmi Papandayan cargo.
Konsultasi ini membantu memastikan setiap tahapan, mulai dari penjemputan, penyortiran, konsolidasi, hingga distribusi terakhir berjalan sesuai standar keamanan makanan.

Kesimpulan

Packing bahan makanan untuk rute Makassar membutuhkan pemahaman teknis tentang tekanan, kelembapan, getaran kapal, dan risiko handling di area konsolidasi. Setiap kategori makanan memiliki kebutuhan berbeda, tetapi prinsip utamanya adalah menjaga struktur kemasan tetap kuat, mencegah kebocoran, melindungi dari kelembapan, dan menghindari salah label. Dengan standar yang tepat, bahan makanan dapat tiba dalam kondisi aman meski melewati perjalanan panjang dan beberapa tahap perpindahan.

FAQ

1. Apakah bahan kering perlu dikemas dalam karung dan karton?
Perlu jika barang sensitif terhadap tekanan atau mudah pecah.

2. Berapa banyak ice gel untuk produk frozen?
Sekitar 30–40% dari total volume isi styrofoam.

3. Apakah jerigen cukup aman untuk cairan?
Aman jika memiliki inner seal dan shrink wrap.

4. Bolehkah pail ditumpuk lebih dari tiga lapis?
Tidak disarankan karena berisiko merusak seal.

5. Apakah snack cocok dipacking karung?
Tidak; karung menekan snack dan dapat menghancurkan isi.

Last Updated on 24/11/2025 by Rachmat Razi

Rate this post
Search

Cek Tarif dan Resi Dibawah Ini

Berita Terbaru

contoh nav

Kalimantan merupakan salah satu jalur distribusi utama industri manufaktur, pertambangan,

Bagikan Jika Bermanfaat