Papandayan Cargo – Pengiriman barang pecah belah selalu menjadi salah satu proses yang paling menuntut perhatian dalam dunia ekspedisi. Kondisi perjalanan di Indonesia yang beragam, mulai dari jalur darat antar kota hingga rute laut antarpulau, membuat barang sensitif mudah mengalami tekanan atau benturan jika tidak dipersiapkan dengan baik. Banyak pengirim mengandalkan bubble wrap sebagai langkah utama, padahal perlindungan optimal memerlukan perencanaan yang lebih matang sejak tahap awal.
Di lapangan, tim ekspedisi menemukan bahwa kerusakan sering kali terjadi bukan karena penanganan akhir, tetapi karena cara packing yang kurang tepat. Artikel ini membahas teknik yang lebih komprehensif untuk packing barang pecah belah, dengan pendekatan yang relevan bagi konsumen retail, UMKM, maupun bisnis yang mengandalkan distribusi rutin.
Dengan memahami langkah yang benar, risiko kerusakan dapat ditekan signifikan. Pembaca akan mendapatkan gambaran praktis yang bisa langsung diterapkan untuk memastikan barang yang dikirim tiba dengan aman di tujuan.
Daftar Isi
TogglePentingnya Pengemasan Barang Pecah Belah Secara Teliti
Pengiriman logistik di Indonesia melibatkan berbagai tahapan seperti proses sortir, perpindahan armada, gudang transit, hingga bongkar muat manual. Setiap tahap memiliki potensi risiko tersendiri. Bahkan laporan dari BBC Future menunjukkan bahwa kerusakan barang selama pengiriman global banyak terjadi pada proses perpindahan antarmoda, bukan pada perjalanan utama.
Karena itu, pengemasan bukan hanya soal membungkus rapat, tetapi mengantisipasi berbagai tekanan fisik yang mungkin terjadi selama perjalanan. Pendekatan ini menjadikan packing barang pecah belah sebagai proses strategis yang menentukan hasil akhir penerimaan barang.
Persiapan Packing Barang Pecah Belah yang Lebih Aman
Teknik yang tepat membantu barang tetap stabil dan terlindungi sepanjang perjalanan. Pendekatan berikut merupakan praktik umum di dunia ekspedisi Indonesia dan bisa diterapkan oleh siapa pun yang ingin mengirim barang pecah belah dengan lebih aman.
1. Menggunakan Lapisan Pelindung Berlapis
Satu lapisan bubble wrap belum cukup untuk barang yang rentan pecah. Perlindungan ideal biasanya menggunakan kombinasi bubble wrap tebal, foam sheet, dan kertas kraft agar benturan dari berbagai arah dapat terdistribusi dengan baik. Lapisan pelindung ini membantu meredam tekanan yang bisa muncul saat paket berada di antara tumpukan barang lainnya.
Pengalaman di dunia cargo menunjukkan bahwa paket kaca atau keramik mudah retak ketika hanya memakai satu jenis material pembungkus. Dengan menambah lapisan hingga dua atau tiga kali, struktur barang menjadi lebih stabil. Bagian sudut dan sisi yang paling rawan perlu mendapat perhatian khusus agar tekanan tidak langsung mengenai bagian terlemah dari barang tersebut.
2. Menyisakan Ruang Aman di Dalam Kardus
Kardus yang terlalu sempit membuat tekanan langsung berpindah ke barang, sementara kardus yang terlalu longgar membuat barang bergerak bebas. Ruang ideal biasanya menyisakan jarak dua hingga lima sentimeter pada setiap sisi sehingga dapat diisi dengan bantalan tambahan.
Getaran jangka panjang dalam perjalanan, seperti pada rute laut Surabaya menuju Banjarmasin, berpotensi membuat barang bergeser dan terpapar gesekan berulang. Mengisi celah kosong dengan bahan peredam membantu mengunci barang agar tetap berada pada posisi aman selama perjalanan.
3. Memisahkan Setiap Komponen Secara Individual
Barang seperti gelas, mangkuk, atau piring tidak boleh dibungkus bersama dalam satu lapisan. Setiap item harus dipisahkan secara individual sebelum dimasukkan ke dalam kardus utama. Pemisahan ini dapat menggunakan wrapping terpisah atau sekat kardus agar barang tidak saling bersentuhan.
UMKM yang mengirimkan dekorasi rumah sering menerapkan teknik ini untuk menjaga kualitas produk sampai ke tangan pelanggan. Tanpa pemisahan, gesekan antarbenda dapat menyebabkan retakan halus yang baru terlihat saat barang diterima. Sekat kardus membantu menciptakan struktur ruang yang stabil sehingga barang tidak saling menekan.
4. Memilih Kardus yang Tahan Tekanan
Kardus double wall menjadi pilihan paling aman untuk barang pecah belah karena memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan dan tumpukan selama perjalanan. Kardus tipis mudah berubah bentuk ketika berada di dasar tumpukan, dan perubahan bentuk ini dapat membuat barang di dalamnya menerima tekanan langsung.
Perjalanan jauh atau rute yang melibatkan banyak titik transit memerlukan kardus dengan struktur kuat. Kardus tebal menjaga bentuk kotak tetap kokoh sehingga barang tetap terlindungi meskipun paket melalui banyak proses handling.
5. Memberi Penanda yang Jelas namun Tidak Bergantung Padanya
Label seperti fragile tetap diperlukan, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya cara perlindungan. Proses sortir, volume barang yang tinggi, atau kondisi penerangan tertentu dapat membuat label tidak selalu terlihat oleh seluruh petugas.
Karena itu, perlindungan internal tetap menjadi faktor paling penting. Pengiriman yang aman bergantung pada stabilitas barang, kualitas bantalan, dan ketepatan pemilihan kardus. Penanda hanya berfungsi sebagai pengingat tambahan bahwa paket memerlukan perlakuan yang lebih hati-hati.
6. Menggunakan Teknik Double Box untuk Barang Sangat Rentan
Double box dilakukan dengan memasukkan barang ke dalam kotak kecil terlebih dahulu, kemudian meletakkannya di dalam kotak yang lebih besar dengan ruang bantalan di antara keduanya. Teknik ini sangat efektif untuk barang yang sangat rapuh seperti vas kaca, patung keramik, atau perangkat laboratorium kecil.
Pada rute jarak jauh yang melibatkan kombinasi jalur darat dan laut, double box memberikan lapisan keamanan tambahan. Ruang berlapis antara dua kardus bekerja sebagai zona penahan benturan sehingga barang tetap terlindungi dari getaran ekstrem atau tekanan dari luar.
7. Memastikan Stabilitas Paket Sebelum Dikirim
Sebelum menyerahkan paket ke ekspedisi, lakukan pemeriksaan sederhana dengan menggoyangkan kardus secara perlahan. Jika terdengar suara bergerak, artinya barang belum terkunci sempurna. Paket yang stabil cenderung lebih aman selama proses bongkar muat dan perpindahan.
Stabilitas menjadi indikator penting karena barang yang tidak bergerak memiliki risiko kerusakan lebih kecil meskipun perjalanan cukup panjang. Pemahaman tentang karakter rute pengiriman juga dapat membantu, misalnya dengan melihat contoh rute seperti layanan ekspedisi Surabaya ke Banjarmasin yang menjadi salah satu jalur antarpulau dengan mobilitas tinggi.
Untuk gambaran rute yang lebih jelas, Anda dapat mengacu pada layanan ekspedisi Surabaya ke Banjarmasin yang menyediakan penjelasan mengenai pola perjalanan barang antarpulau.
Layanan Pengemasan Tambahan dari Penyedia Cargo
Beberapa penyedia cargo menawarkan layanan wrapping tambahan atau pengamanan ekstra menggunakan material khusus. Layanan seperti ini tidak menggantikan peran pengemasan utama dari pengirim, tetapi berfungsi sebagai penguat struktur paket. Rekomendasi biasanya diberikan berdasarkan pengalaman melihat pola kerusakan pada barang pecah belah selama proses pengiriman di berbagai rute.
Pengiriman Aman untuk Barang Pecah Belah
Dari Jakarta, Surabaya, hingga Malang, Papandayan Cargo hadir memberikan solusi pengiriman yang andal dan efisien ke seluruh Indonesia. Dengan dukungan jaringan luas dan layanan yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan, kami pastikan setiap pengiriman bernilai lebih. Informasi lengkap mengenai layanan dapat dilihat melalui Papandayan Cargo.
Kesimpulan
Packing barang pecah belah memerlukan perhatian lebih karena sifat barang yang sensitif terhadap tekanan dan benturan. Teknik seperti lapisan pelindung berlapis, pemisahan individual, penggunaan kardus tebal, hingga penerapan double box terbukti membantu menjaga keamanan barang selama perjalanan.
Dengan memahami risiko pada proses logistik Indonesia dan menerapkan teknik pengemasan yang tepat, pengirim dapat mengurangi potensi kerusakan secara signifikan. Langkah yang cermat pada tahap awal akan berdampak langsung pada kondisi akhir barang ketika tiba di tujuan.
FAQ
1. Bagaimana cara memastikan bubble wrap cukup?
Gunakan beberapa lapisan dan kombinasikan dengan foam atau kertas kraft agar perlindungannya lebih efektif.
2.Bagaimana memastikan paket sudah stabil?
Goyangkan secara ringan dan pastikan tidak ada pergerakan dari dalam kotak.
3.Apakah label fragile cukup melindungi barang?
Tidak sepenuhnya. Perlindungan internal tetap menjadi faktor utama.
4.Kapan harus menggunakan double box?
Double box digunakan ketika barang sangat rapuh dan membutuhkan perlindungan ekstra.
5.Mengapa kardus tebal diperlukan?
Kardus tebal menjaga struktur paket tetap kuat selama proses tumpukan dan transit.
Last Updated on 14/11/2025 by Rachmat Razi

