Bisnis F&B Terus Meningkat, Premium Taste dan Visual Experience Jadi Tren Baru

Tren F&B Terus Meningkat Pesat

Bisnis F&B saat ini mengalami peningkatan yang signifikan. Jika membuka sosial media kita seperti Tiktok, sepertinya banyak sekali makanan dan minuman baru yang bermunculan setiap hari. Seperti matcha, banyak sekalian video Tiktok yang lewat di FYP tentang matcha. Mulai dari Ice Cream hingga seblak.

Kini, keberhasilan bisnis kuliner tak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga oleh pengalaman, visual branding, dan inovasi layanan yang mampu menarik konsumen modern.

F&B menjadi penggerak bagi berbagai bisnis di Indonesia, seperti printing, packaging, hingga logistik dan bisnis F&B juga menyumbang pertumbuhan konsumsi nasional.

Tren Viral Food and Beverage
Sumber: Pixabay

F&B Jadi Motor Pertumbuhan Konsumsi Nasional

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2023 (BPS, 2023), menunjukkan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia mencapai 4,85 juta, meningkat 21,13% dibandingkan 2016. Lebih dari 9,8 juta tenaga kerja terserap di sektor ini, sementara nilai penjualannya menembus Rp 998,37 triliun, naik hampir 48% dalam tujuh tahun.

Selain itu, pertumbuhan juga terlihat dari naiknya lapangan usaha makanan dan minuman sebesar 10,17% pada kuartal II/2024 (GoodStats, 2024). Sektor pengolahan makanan dan minuman kini menyumbang 38,4% terhadap industri pengolahan non-migas, menjadikannya tulang punggung industri nasional.

Tren Industri F&B 2026

1. Premium Taste & Experiential Dining

Saat ini, konsumen tidak lagi lihat dari segi rasa, melainkan dari segi pengalaman ketika menikmati sebuah makanan. Konsumen ingin merasakan pengalaman yang berkesan dari segi rasa, ambience, konsep, hingga storytelling brand.

Hal ini juga sejalan dengan tren sosial media yang dimana banyak sekali Content Creator membagikan pengalaman ketika menikmati sebuah makanan atau minuman melalui video daripada hanya menampilkan sebuah foto.

2. Bahan Baku Lokal & Organik Jadi Daya Tarik Baru

Konsumen di Indonesia semakin sadar bahwa makanan di Indonesia memiliki cita rasa yang unik jika dipadukan dengan bahan-bahan aneh, seperti misal seblak matcha atau seblak dingin.

Mendengarnya saja sudah aneh, tetapi bagi konsumen pengalaman dalam menikmati makanan tersebut tidak dapat tergantikan. Ini menjadi peluang bagi pemasok bahan mentah khususnya petani di Indonesia.

3. Visual Branding Jadi Daya Saing Utama

Pernah dengar istilah “Orang makan dengan mata terlebih dahulu”?

Kini istilah tersebut kian nyata, dimana banyak sekali usaha F&B menampilkan visual yang unik, mulai dari visual makanan, konsep tempat, hingga desain logo. Itu semua menjadi branding tersendiri bagi para pelaku usaha di bidang F&B.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah itu semua dapat bertahan lama? Karena mengingat tren viral tidak selamanya bertahan lama. Bagi pelaku usaha F&B sangat dibutuhkan strategi untuk bertahan di era makanan dan minuman viral.

Selain itu, produk F&B, terutama makanan beku dan minuman segar, menuntut pengiriman cepat dan suhu stabil. Banyak bisnis kini memilih bekerja sama dengan mitra logistik profesional seperti Papandayan Cargo, yang berpengalaman dalam menjaga keandalan rantai pasok bisnis di berbagai sektor.

Last Updated on 06/11/2025 by

Rate this post
Search

Cek Tarif dan Resi Dibawah Ini

Artikel Terbaru

Bagikan Jika Bermanfaat

Tag :